Currently browsing tag

Allah

semua untuk Allah

Semua Untuk ALLAH

Bacaan :  Matius 22: 15-22 Manusia seringkali bergumul dengan arah kehidupan. Tujuan-tujuan ditentukan, dan setiap prosesnya dijalani. Namun semua peristiwa dalam kehidupan manusia tidak jarang membuat bertanya, “Apa arti dan makna dari semua ini?” Manusia dapat mencari makna dari hal-hal kecil, makna dan arti kehidupan yang sederhana dan terbatas. Untuk hal …

ibadah sebagai tanda pemeliharaan allah

Ibadah Sebagai Tanda Pemeliharaan Allah

Bacaan:  Matius 20: 1-16  Kehidupan orang-orang percaya tidak lepas dari ibadah. Ibadah merupakan wujud, cara, dan sarana orang percaya mengungkapkan dan menghayati …

jati diri anak allah

Jati Diri Anak-Anak ALLAH

Bacaan : Roma 8 : 1-11 Setiap orang hidup, memiliki identitas yang mengacu pada ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang (jati diri). Ketika seseorang …

firman allah berbuah dalam hidupku

Firman Allah Berbuah Dalam Hidupku

Bacaan : Yesaya 55: 10-13 | Matius 13: 1-9, 18-23   Seorang ayah berpesan kepada empat orang anaknya, “Nak, jangan menyia-nyiakan waktu, berusahalah …

web 6 mei

Allah Tidak Pernah Salah Memilih

Bacaan : Yohanes 15 : 9-17,   Nas: ayat 16-17   Setiap manusia yang telah dipilih oleh Tuhan Yesus diminta agar berbuah. Buah itu …

Bacaan :  Keluaran 20:1-17  |  Mazmur 19  |  1 Korintus 1:18-25  |  Yohanes 2:13-22

 Rombak bait Allah ini, dalam tiga hari aku akan mendirikannya kembali (Yoh 2:19).

Membangun bait Allah dalam tiga hari apakah itu mungkin?Apa yang kelihatan tidak mungkin itulah yang dikatakan oleh Tuhan Yesus, Ia berkata kepada orang-orang Yahudi “Rombak bait Allah ini, dalam tiga hari aku akan mendirikannya kembali (Yoh 2:19).

Orang-orang Yahudi jadi terheran dan tidak bisa percaya. Mereka berpikir apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus adalah suatu hal yang mustahil. Mereka berkata kepadanya “Pembangunan bait Allah ini memakan waktu Empat puluh Enam Tahun, dan Engkau sanggup mendirikannya dalam tiga hari?

Sebenarnya yang dimaksud Yesus dengan “Bait Allah” Ialah tubuhnya sendiri (Yoh 2:21).

Perkataan Tuhan itu punya latar belakang peristiwa Tuhan Yesus melihat para pedagang berjualan dihalaman bait Allah. Pada waktu hari raya paskah orang yahudi sudah dekat, Yesus pergi ke Yerusalem. Disana Tuhan Yesus melihat para pedagang berjualan di halaman bait Allah. Mereka menjual sapi, domba, serta merpati untuk kurban, juga para penukar uang duduk menghadapi meja mereka.

Tuhan Yesus marah melihat keadaan itu, bait Allah yang seharusnya menjadi tempat ibadah kepada Allah, sudah berubah menjadi tempat orang berjualan. Yesus membuat cambuk dan tali dan mengusir mereka keluar, sapi dan domba dihalaunya ke luar. Uang para penukar dihamburkan keatas lantai dengan membalikkan meja mereka. Kemudian ia pergi kepada orang penjual merpati serta berkata meteka, bawa keluar semua ini! Janganlah Rumah Bapaku dijadikan Pasar.

Sesudah Yesus membersihkan bait Allah itu, orang-orang Yahudi menentang Yesus dan mendesak-Nya untuk memberikan suatu tanda untuk membuktikan kewenanganNya dalam berbuat demikian, kata mereka: Tanda apakah dapat engkau tunjukkan pada kami bahwa engkau berhak bertindak demikian ?

Jawab Yesus kepada mereka “Rombak bait Allah ini dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali”.

Tuhan Yesus telah bersungguh-sungguh memulihkan kehormatan bait Allah, dengan membersihkan bait Allah dari para Para pedagang dan penukar uang, Ia ingin kita menyadari bahwa kesucian bait Allah harus tetap dijaga.

Lebih dari itu, Ia ingin menyampaikan bahwa bait Allah adalah tempat dimana Allah menyatakan kasih dan karyaNya bagi umat, oleh karena itu Yesus menyejajarkan diriNya dengan bait Allah.

Dalam diri Yesus akan dinyatakan kasih dan karya Allah yang mengasihi, mengampuni dosa dan menyelamatkan umat.

Orang-orang percaya adalah juga Bait Allah yang harus mampu menjadi alat penyataan kasih dan keselamatan dari Allah. Amin.  Tuhan memberkati.

Yesus, Bait Allah dan Kita

Bacaan :  Keluaran 20:1-17  |  Mazmur 19  |  1 Korintus 1:18-25  |  Yohanes 2:13-22  Rombak bait Allah ini, dalam tiga hari aku …

1 Samuel 3: 1-20 | Mazmur 139:1-6, 13-18 | 1 Korintus 6:12-20 | Yohanes 1:43-51

  

Mendengar kata “Bekerja Bagi Allah” banyak orang memaknai sebagai kegiatan yang berkenaan dengan aktifitas bergereja.

Jaman dahulu memang demikian, misalnya para biarawan dan biarawati mereka adalah orang-orang yang bekerja bagi Allah.

Orang-orang yang bekerja bagi Allah (pelayanan di gereja) dipandang sebagai kegiatan rohani yang lebih baik daripada pekerjaan lain, misalnya petani, tukang, atau pegawai. Karena itu mereka dipandang sebagai orang-orang saleh yang memiliki derajat yang lebih baik daripada petani, tukang, pegawai dan sebagainya.

 

Dulu, kehidupan Kristen yang dianggap sempurna adalah untuk mereka yang bekerja di bidang rohani, dan tidak ternoda oleh pekerjaan jasmani.

Itu dulu, sebelum para reformator membawa obor pencerahan. Setelah Luther dan Calvin angkat suara maka beda cerita. Luther menegaskan, Allah memanggil seseorang untuk melayaniNya dengan cara-cara tertentu di dunia. Panggilan (beruf, Jerman) tidak selalu harus menjadi ‘rohaniwan atau rohaniwati’. Calvin menandaskan, kemampuan dan keterampilan (talenta) adalah pemberian Allah kepada semua orang, supaya mereka dapat berfungsi lebih efektif di dunia. Singkatnya, para reformator menyatakan tidak ada perbedaan derajat kerja antara yang rohani atau jasmani, gerejawi atau duniawi.

 

Pekerjaan di rumah, dapur, gudang, bengkel, ladang dan sebagainya, dapat menjadi pujian bagiNya ketika bertitik tolak, terarah dan tertuju bagi kemuliaan Allah.

Ketika pekerjaan itu dilakukan dengan tujuan bagi kemuliaan Allah maka itu berarti “Bekerja Bagi Allah”. Dengan menghayati itu maka segala pekerjaan yang kita lakukan, adalah “Bekerja Bagi Allah”.

 

Selamat Bekerja Bagi Allah…

Bekerja Bagi Allah

1 Samuel 3: 1-20 | Mazmur 139:1-6, 13-18 | 1 Korintus 6:12-20 | Yohanes 1:43-51    Mendengar kata “Bekerja Bagi Allah” banyak …

jesus.saves_-560x343

Allah Mengasihi Dunia

Mazmur 121 Referensi: Roma 4:1-5 & 13-17 ; Kejadian 12:1-4a ; Yohanes 3:1-17   Dengan bacaan di atas dengan perikop Tuhan Penjaga …