Currently browsing category

Renungan

Bacaan : Matius 2: 7-13

 

 Pada waktu kelahiran Yesus, kedatangan suatu rombongan mengubah keadaan Yerusalem dan Yudea. Tidak diketahui persis jumlah orang atau seberapa besar rombongan orang Majus ini, namun mereka membuat Herodes begitu waspada, tentu dalam kelicikannya. Karena memiliki etiket yang tinggi, mereka datang kepada Herodes sebagai pemerintah sah waktu itu untuk mencari informasi, namun ia tidak mengetahuinya. Herodes dan Yerusalem justru gempar ketika orang-orang Majus mengatakan ada seorang Raja lahir dan mereka sedang mencarinya. Herodes ingin tahu informasi tentang Raja yang baru lahir itu dari rombongan orang Majus dan menanyai mereka diam-diam.

Mereka begitu bersukacita ketika berhasil mengikuti bintang terang tujuan mereka. Setelah orang-orang Majus berjumpa dengan keluarga Yusuf dan Maria, serta memberi berbagai persembahan, ketika istirahat mereka diperingatkan dalam mimpi agar pulang dengan tidak menemui Herodes dan mengambil jalan lain. Malaikat juga menampakkan diri kepada Yusuf dalam mimpi agar menyingkir ke Mesir. Ya, Herodes murka karena merasa dikelabuhi, kemudian memerintahkan untuk membunuh bayi-bayi di Betlehem dan sekitarnya. Peristiwa ini begitu kelam dan mengerikan di tengah secercah sukacita kelahiran Sang Juruselamat yang disambut oleh orang-orang asing dari jauh, namun tidak menyurutkan mereka yakni keluarga Yusuf dan Maria serta rombongan orang Majus untuk berhati-hati dan mengikuti petunjuk Ilahi agar mereka selamat.

Tantangan dalam hidup bisa jadi berasal dari dalam diri sendiri atau dari luar diri manusia. Bila tantangan itu dari diri sendiri, orang-orang dapat belajar untuk berkembang agar menjadi lebih baik. Namun bila tantangan dari luar diri manusia, keputusan dan sikap tindakan menjadi penting dalam merespon situasi yang ada. Tetap tenang itu penting, kuasai diri dengan baik agar kita dapat mendengarkan penyertaan dan tuntunan Tuhan meskipun kesusahan dan beban menghimpit kehidupan. Dengan demikian kita belajar untuk mempergumulkan iman di tengah tantangan hidup, agar kita dapat terus berkarya, berjuang dalam kehidupan kita. Tuhan memampukan. Amin.

Banyak Tantangan Teruslah Berkarya

Bacaan : Matius 2: 7-13    Pada waktu kelahiran Yesus, kedatangan suatu rombongan mengubah keadaan Yerusalem dan Yudea. Tidak diketahui persis jumlah orang atau seberapa besar rombongan orang Majus ini, namun mereka membuat Herodes begitu waspada, tentu dalam kelicikannya. Karena memiliki etiket yang tinggi, mereka datang kepada Herodes sebagai pemerintah sah …

Berdoa berjagalah

Berdoa dan Berjagalah

Bacaan : Markus 13:24-37   Seorang penjaga malam berkata kepada tuannya agar membatalkan perjalanannya di hari ini, karena penjaga itu sering bermimpi buruk …

saling membangun dalam ketaatan

Saling Membangun Dalam Ketaatan

Bacaan:  Matius 25: 14-30 Taat kepada Tuhan berarti senantiasa tertuju kepada Tuhan, tidak terpengaruh oleh keadaan apapun. Hidup orang percaya sudah sepatutnya …

merendahkan diri Tuhan memberkati

Merendahkan Diri, Tuhan Memberkati

Waosan: Matius 23 : 1-12 Manusia yang dalam Bahasa Jawa disebut Menungsa yang diidentikkan (jarwo dhosok) sebagai “menus-menus tur mesoso” yang artinya “berwujud …

nggegulang katresnan

Nggegulang Katresnan

Waosan : Matéus 22 : 34 – 46   Kanggé miwiti reraosan kita punika, wonten pawarta bab nèm–nèman ingkang kendelipun linangkung. Ing sawijiné …

semua untuk Allah

Semua Untuk ALLAH

Bacaan :  Matius 22: 15-22 Manusia seringkali bergumul dengan arah kehidupan. Tujuan-tujuan ditentukan, dan setiap prosesnya dijalani. Namun semua peristiwa dalam kehidupan manusia …

mendengarkan Tuhan

Mendengarkan TUHAN

Bacaan : Mazmur 23, Matius 22:1–14   Mendengarkan adalah aktivitas yang sangat biasa bagi manusia, namun bukan hal yang mudah. Mendengarkan tidak sekadar …

keluarga bagai kebun anggur

Keluarga Bagai Kebun Anggur

Bacaan: Yesaya 5: 1 – 7  Banyak orang mengetahui berbagai hal tentang anggur, namun untuk situasi di Indonesia, tidak banyak diketahui secara langsung …