Currently browsing author

gkjwkm

teladan keteguhan

Teladan Keteguhan

Bacaan :  Filipi 3:17 – 4:1 Di tengah gempuran informasi yang tak terbendung, yang benar dan terutama yang bohong (hoax), termasuk yang tak sesuai dengan kepercayaan kita; banyak masyarakat yang gagap mensikapinya, bahkan tak sedikit yang menjadi korban. Beberapa pakar berpendapat bahwa terutama yang diperlukan adalah kemampuan berpikir kristis sebagai …

Taat dalam pencobaan copy

Taat Dalam Pencobaan

Bacaan :  Lukas 4: 1-13 | Roma 10: 8-13  Kehidupan orang percaya sering meyakini bahwa dengan setia kepada Tuhan Allah maka hidup …

pangapunten

Endahing Asung Pangapunten

Waosan: Purwaning Dumadi 45 : 3-11, 15  Mestinipun kita nate gadhah kalepatan dhumateng tiyang sanes, mekaten ugi kosok wangsulipun. Rikala tiyang rumaos …

menentukan pilihan

Menentukan Pilihan Hidup

Bacaan : Yeremia 17 : 5-10  Holman Hunt  seorang pelukis baru saja menyelesaikan lukisannya dengan gambar Yesus berdiri mengetuk pintu. Dia memanggil …

kasih Allah bagi semua orang

Siap Dipanggil Untuk Berkarya

Bacaan : Lukas 5: 1-11; 1 Kor. 15: 1-11  Kehidupan orang beriman sering dikaitkan dengan kegiatan pergi ke gereja setiap hari minggu, …

web 3 feb 2019y

Mengejar Kasih

Bacaan : Lukas 4 : 21-30 Banyak kejahatan terjadi karena akibat dari egoisme, iri hati, gengsi, serakah dll. Di hati mereka kasih sudah …

Bacaan : Ulangan 5 : 12-15

 

Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu

dan dengan segenap kekuatanmu (Ulangan 6:5)

 

Firman Tuhan menyatakan bahwa kita harus mengasihi Tuhan Allah kita, sedangkan kita dikatakan mengasihi Tuhan bila mana kita menuruti segala perintah Allah (Yohanes 14:15).

Dengan demikian mengkuduskan dan merayakan hari Sabat seperti tertulis dalam kitab Ulangan 5 ayat 12 dan 15 harus kita laksanakan karena hal itu merupakan perintah Tuhan.

Tuhan memerintahkan sesuatu kepada umat-Nya bukan tanpa alasan, tetapi penuh dengan hikmat dan untuk kebaikan umat itu sendiri.

Kuduskanlah hari Sabat (Ulangan 5:12) perintah ini mengandung maksud supaya kita bisa melihat, merasakan dan menghayati serta merenungkan apa-apa yang telah kita perbuat serta menikmati berkat Tuhan selama enam hari yang sudah berlalu. Hal ini sudah seharusnya kita wujudkan dalam bentuk rasa terimakasih dan ucapan syukur kepada Tuhan dengan mengkuduskan hari Sabat yang dikemas dalam bentuk ibadah syukur pada hari Sabat.

Bahkan menurut Hukum Taurat, hari Sabat harus betul-betul khusus untuk Tuhan. Pendek kata kita tidak boleh melakukan pekerjaan apapun (Ulangan 5:14). Sebagai ilustrasi, orang mencari kayu api (bakar) dihari Sabat harus dihukum mati (Bilangan 15:32-36). Lebih ekstrem lagi adalah tidak boleh memasang api dimanapun dalam tempat kediaman pada hari Sabat (Keluaran 35:3), artinya memasakpun tidak boleh. Hanya satu yang boleh kita lakukan pada hari Sabat yaitu perbuatan baik (Markus 3 :4).

Hari Sabat tidak sekedar dikuduskan saja, tetapi harus dirayakan (Ulangan 5:15). Merayakan sesuatu tentunya dengan sukacita tidak dengan dukacita, demikian hari Sabat harus kita rayakan dengan sukacita penuh. Karena selama enam hari kita diberkati dengan limpah, diijinkan untuk menikmati semua kejadian dan disertaiNya dalam setiap langkah kita. Jadi, wajarlah kalau kita merayakan hari Sabat dengan sukacita bahkan pemazmur berkata :

Bersorak sorailah bagi Allah kekuatan kita, bersorak sorailah bagi Allah Yakub.

Angkatlah lagu, bunyikanlah rebana, kecapi merdu, diiringi gambus. Tiuplah sangkakala …. (Mazmur 81:2-4).

“RAYAKANLAH SABAT DENGAN SUKACITA”

Merayakan Sabat Dengan Sukacita

Bacaan : Ulangan 5 : 12-15   Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu (Ulangan 6:5) …

Bacaan : Yesaya 6:1-8  ;  Mazmur 29  ;  Roma 8:12-17  ;  Yohanes 3:1-17

Dari buku ‘Masa Pentakosta 2018’, diungkapkan bahwa akhir-akhir ini gereja nampak kehilangan hakekat kehadirannya, yaitu menjadi pewarta kasih Allah. Hal ini dikarenakan gereja terlalu sibuk dengan dirinya sendiri (eksklusif).

Berdasarkan bacaan dimaksud, kita dapat menangkap beberapa hal yang berkaitan dengan tugas panggilan :

  1. Dari Mazmur 29

Bahwa Tuhan dengan segala kebesaranNya akan memberi kekuatan kepada umatNya

 

  1. Dari Roma 8 : 12-17

Bahwa orang percaya telah menerima roh yang menjadikannya sebagai anak Allah, bukan roh perbudakan yang membuatnya menjadi penakut.

 

  1. Dari Yohanes 3 : 1-7

Bahwa setiap orang percaya akan mendapatkan kehidupan kekal.

 

  1. Dari Yesaya 6 : 1-8

Bahwa berdasarkan pemahaman akan firman Tuhan (antara lain no. 1, 2,  dan 3 di atas) dengan tegas Yesaya menjawab panggilan Tuhan, “Ini aku, utuslah aku”.

 

Kiranya sedikit renungan ini, kita khususnya sebagai suatu gereja (lembaga) dapat merenungkan kembali apakah kita selama ini sudah sesuai dengan tugas panggilan gereja di dunia.

Panggilan Untuk Membebaskan Sesama

Bacaan : Yesaya 6:1-8  ;  Mazmur 29  ;  Roma 8:12-17  ;  Yohanes 3:1-17 Dari buku ‘Masa Pentakosta 2018’, diungkapkan bahwa akhir-akhir ini …