yesus-ditolak-crop

Siap di Utus, Siap di Tolak

Yeremia 1 :  4-10   Tema minggu ini cukup menarik, siap diutus, siap ditolak. Tentu, yang namanya ditolak itu menyakitkan. Rasanya tidak menyenangkan. Gambaran itulah yang membayangi Yeremia, diawal ia diutus Tuhan. Pada ayat 6, Yeremia sempat menolak pengutusan Tuhan, karena Yeremia merasa masih muda. Yeremia sudah berfikir, sebagai anak …

thefirstmiracle_wide_t

Hidup Dalam Mujizat Tuhan

Yohanes 2 : 1- 11   Bapak, ibu, saudara yang dikasihi Tuhan. Tema renungan kita minggu ini adalah “Hidup dalam Mujizat Tuhan”. …

d copy

Hidup Yang Berkenan Bagi Allah

Lukas 3 : 15-17, 21-22   Kita sering mendengar orang berkata: “Apapun yang kamu perbuat tergantung motivasimu”. Ungkapan ini mengandung arti semua …

Filipi 4:4-7

 

Bersukacita adalah suatu sikap dan pilihan bagi orang percaya dalam menjalani hidup, karena hidup orang percaya adalah hidup yang berpengharapan, yaitu pengharapan akan keselamatan yang diberikan oleh Tuhan.

Tuhan sudah dekat, berarti bahwa pengharapan orang percaya akan keselamatan akan segera terwujud. Oleh karena itu Rasul Paulus menasihatkan untuk senantiasa bersukacita.

Sukacita orang percaya menanggapi/menyambut pengharapan (Tuhan sudah dekat) harus diwujudkan dalam hal :

  • Beriman (dalam Tuhan, ayat4). Menghadapi segala sesuatu dengan tetap percaya akan kasih setia Tuhan yang menyelamatkan.
  • Bersyukur, menerima segala sesuatu yang terjadi dengan senang, karena dalam hal itu tidak dapat dipisahkan dengan rencana dan kehendak Tuhan yang baik.
  • Bersaksi, melalui sikap hati dan perbuatan baik kepada semua orang.
  • Berpikir positif, mengarahkan pikiran kita kepada hal-hal yang baik.

Sikap hidup seperti itulah yang menjadi tanda orang bersukacita menyambut kedatangan Tuhan yang sudah dekat.

Tuhan sudah dekat, itu berarti bahwa pengharapan orang percaya akan keselamatan segera tiba.

Sudahkah kita bersukacita ?

Tuhan memberkati. Maranatha, amin.

Bersukacitalah Karena Tuhan Sudah Dekat

Filipi 4:4-7   Bersukacita adalah suatu sikap dan pilihan bagi orang percaya dalam menjalani hidup, karena hidup orang percaya adalah hidup yang …

Lukas 3 : 1-6

 

Dalam perjanjian lama para nabi mengajak umat Israel supaya bertobat, artinya berbalik dari penyelewengan dan dosa lalu kembali kepada Allah serta berjalan hidup sesuai dengan hukum Allah.

Dalam Perjanjian Baru bertobat berkaitan dengan kesesatan dosa dan kejahatan (Lukas 15: 7,24,47, Kis Pr Rsl 3: 19, 5:31, 8:22) dan kembalinya manusia kepada Allah sejati (Kis Pr Rsl 14:15).

Pemberitaan Injil Lukas 3:3 “maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan bertobatlah dan berikan dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu”.

Berbeda dengan para nabi dahulu yang mengajak orang kembali ke hukum Taurat (bdk Lukas 3:8, 10:14). Alasan untuk bertobat ialah penghakiman Allah yang sudah dekat (Lukas 3:7-9). Karena bertobat orang diampuni dosa-dosanya, sehingga dalam penghakiman kelak terluput dari murka Allah dan menjadi selamat. Pengampunan dari Tuhan disambut dengan pertobatan oleh manusia. Tobat (dalam bahasa Yunani metanoia) yang artinya adalah pembaharuan hati. Hal ini dapat dijelaskan dalam perumpamaan tentang orang yang berhutang (Lukas 7:41-43). Kedua orang berhutang tersebut melambangkan orang berdosa, dengan begitu saja hutangnya dihapus oleh tuannya (Allah) lalu mereka masing-masing menyambutnya dengan pembaharuan hati. Dengan perkataan lain pertobatan merupakan suatu tanggapan atas kebaikan hati Allah yang dialami orang berdosa. Manusia berdosa, hanya melalui pertobatan dapat menyiapkan dengan baik ke jalan yang diperkenan di hadapan Tuhan.

Pertobatan digambarkan sebagai meluruskan jalan; dari hati manusia yang tidak baik, penuh dosa, kejahatan dan sesat berbalik di jalan yang lurus/rata menjadi hati yang lurus sebagai jalan untuk menyambut kedatangan Yesus yang kedua.

Hati yang lurus yang telah mengalami pembaharuan, berjalan dengan Tuhan akan nampak dalam perbuatan kita sehari-hari sehingga akan berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung dalam mengabarkan karya penyelamatan kapanpun dan dimanapun berada.

Panggilan pertobatan itu dimulai pada waktu tertentu dalam hidup seseorang yang yang menyebabkan terjadinya perubahan total, memutuskan hubungan masa lalu yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kebenaran dan selanjutnya hidup tidak lagi berpusat pada dirinya melainkan kepada Yesus Kristus Allah Penyelamat.

Bapak/ibu/saudara mari kita tetap dalam kehidupan penuh pertobatan karena sepanjang hidup kita masih tidak selalu lurus dan benar, dengan pertobatan kita diingatkan untuk mawas diri serta menyesal mohon pengampunan sehingga tetap berada didalam jalan keselamatan.

Tuhan memberkati.

Panggilan Pertobatan

Lukas 3 : 1-6   Dalam perjanjian lama para nabi mengajak umat Israel supaya bertobat, artinya berbalik dari penyelewengan dan dosa lalu …

Lukas 21 : 25-36

 

Pada masa adven ini atau masa penantian ini kita diajak untuk merenungkan kedatangan Sang Kristus pada akhir zaman. Kedatangan digambarkan sebagai suatu yang sangat mengerikan sampai-sampai manusia mati dalam ketakutan, kecemasan dan kebingungan atas apa yang menimpa dunia ini (Lukas 21:25-26).

Tetapi saudara-saudara dalam Injil Lukas ini menegaskan bahkan memberikan penghiburan “Bahwa anak manusia datang dalam awan… (Lukas 21:27) dan apabila semua itu terjadi bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat (Lukas 21:28). Tentunya yang dapat bangkit dan mengangkat muka di hadapan Tuhan adalah orang-orang yang hidup dalam pengharapan dan iman dalam menyambut kedatanganNya.

Memang tidak ada yang tahu kapan hari itu akan datang. Akan tetapi Tuhan Yesus mengajarkan akan tanda-tanda dari akhir zaman ini sehingga lewat Injil Lukas ini kita diajak untuk selalu berjaga dan berdoa, supaya hati dan hidup kita berkenan di hadapan Tuhan dan jauh dari kepentingan-kepentingan duniawi. Seperti firman dalam kitab I Tesalonika 3:13 Rasul Paulus menegaskan supaya kita tak bercacat dan kudus di hadapan Allah sampai hari kedatanganNya. Lalu apa yang harus kita lakukan dalam menyambut kedatanganNya? Jawabnya “Berjaga-jagalah dan Berdoalah”, sebab dengan berjaga-jaga ini berarti sikap hidup kita jauh dan berbeda dengan orang dunia, melainkan seturut kehendak Tuhan (Roma 12:2), sedangkan doa mengacu pada hubungan kita dengan Tuhan. Tanpa doa kita tidak akan mampu berjaga-jaga, sebab kekuatan itu datangnya dari Tuhan.

Untuk itu saudara-saudara mari kita miliki sikap hati yang selalu berjaga-jaga supaya kita tidak jatuh dan terjebak. Ingat! Kejatuhan seseorang itu bukan karena banyaknya masalah/penderitaan, tetapi justru saat sedang kelimpahan, keberhasilan dalam segala hal yang bisa membuat kita lengah. Tapi bila kita tekun dalam doa dan terus membangun hubungan dengan Tuhan, pasti kita akan mampu melihat kedatanganNya dengan penuh sukacita. Bagaimana dengan kita, apakah kita ingin melihat kedatangan Allah dengan sukacita atau seperti 5 gadis yang bodoh?

Tuhan Yesus memberkati.

Berjaga-jaga dan Berdoalah

Lukas 21 : 25-36   Pada masa adven ini atau masa penantian ini kita diajak untuk merenungkan kedatangan Sang Kristus pada akhir …