kasih Allah bagi semua orang

Kasih Allah Memancar Bagi Semua Orang

Matius 2 : 1-12 Beberapa waktu yang lalu, ketika menyambut Tahun Baru, banyak orang pergi ke pantai dan ada juga yang pergi mendaki gunung. Tujuan mereka adalah menyaksikan merekahnya fajar pertama di tahun yang baru. Berkas sinar matahari di ufuk timur pada hari pertama di tahun yang baru memberi kesan …

Lukas 2 : 22-40
Adakah diantara saudara yang suka menunggu? Menunggu bagi kebanyakan orang tidak enak. Belum lama ini saya menunggu di telkom. Ternyata antriannya panjang sekali, ada lebih dari 5 orang di depan saya. Dibutuhkan waktu satu jam lebih sebelum saya bisa sampai customer service. Harus saya akui, menunggu terasa tidak menyenangkan.

Itu baru satu jam. Bagaimana kalau kita harus menunggu bertahun-tahun untuk satu janji? Pembacaan Injil kita hari ini mengantar kita bertemu dengan Simeon, seorang Israel yang setia menantikan janji Allah tentang datangnya seorang Mesias. Simeon telah menerima janji dari Roh Kudus sendiri bahwa ia tidak akan mati sampai ia berjumpa dengan Mesias yang dijanjikan Allah.

Di dalam Injil Lukas tidak secara spesifik menyebutkan berapa lama Simeon sudah menunggu dan berapa usianya saat itu. Tahun-tahun penantian akan Mesias itu tidak membuat Simeon menjadi orang yang melupakan janjiNya. Ia malah bertumbuh menjadi orang yang sangat dekat dengan Tuhan.

Dari Simeon, kita melihat bahwa janji dan firman Allah digenapi. Tugas kita saat penantian itu adalah tetap setia, tetap hidup benar, saleh dan dengar-dengaran perkataan Roh Kudus. Percayalah bahwa “Ia yang menjanjikannya setia” (Ibr 10:23). Adakah kita juga membiarkan Roh Kudus menuntun kehidupan kita saat menanti penggenapan janji dan firman Allah?

Allah tidak harus segera menggenapi janjiNya. Ia punya waktu sendiri. Kitalah yang harus menyesuaikan diri dengan waktu Allah. Allah akan mengerjakan apa yang menjadi bagianNya. Jelaslah, bahwa Tuhan Yesus adalah Juruselamat bukan hanya bagi umat Israel, tetapi juga  bagi segala bangsa. Kesaksian Hana kepada semua orang tentang bayi ini semakin memperkuat fakta kita tidak berhadapan dengan bayi biasa-biasa saja. Dia sungguh adalah Mesias yang dinantikan itu.

Akan tetapi, iman kita yang kecil juga mempunyai persamaan juga dengan iman mereka yang besar. Simeon, Hana, saya dan saudara semua tak pernah melihat Yesus disalibkan, dikuburkan lalu dibangkitkan. Namun dengan iman kita semua percaya Ia adalah Mesias. Kita semua di sini juga adalah pewaris iman dari sinar kasih Tuhan  “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yoh 20:29).

Kiranya kita menjadi umat yang semakin yakin akan kegenapan janji Allah, semakin beriman pada Mesias yang sudah datang dan semakin rajin mengabarkan kedatangan Mesias kepada dunia ini. Pelajaran ini menjadi bekal kita dalam menghayati masa Natal. Sukacita Natal mendorong kita semua melakukan  demi kemuliaan Allah Bapa melalui PutraNya, Yesus Kristus dalam persekutuan dengan Roh Kudus.

Pancaran Sinar Kasih Tuhan Yang Menyelamatkan

Lukas 2 : 22-40 Adakah diantara saudara yang suka menunggu? Menunggu bagi kebanyakan orang tidak enak. Belum lama ini saya menunggu di …

 

Lukas 1 : 26-38
Kandungan adalah salah satu organ tubuh wanita yang berfungsi sebagai tempat pertumbuhan janin yang terjadi karena pertemuan antara sperma dan sel telur, dan Tuhan berkehendak pertumbuhan janin tersebut menjadi seorang bayi yang akan dilahirkan setelah berumur 9 bulan 10 hari.

Dalam bahasa Ibrani kandungan atau rahim disebut rekham atau rokhan yaitu  tempat atau permulaan hidup (Ayub 1:21) atau asal-usul sesuatu (Ayub 38:29). Pembentukan bayi dalam kandungan merupakan tindakan atau pemeliharaan Allah secara langsung (Ayub 31:15).

Maria seoran perawan yang mendapat kasih karunia Allah, yang kandungannya dipakai oleh Tuhan Allah, sebagai pertumbuhan dari Roh Allah, yang melahirkan Sang Penyelamat dunia yang dinamai Yesus (Lukas 1:21). Bagi manusia apa yang dialami Maria adalah suatu hal yang mustahil karena Maria belum bersuami, tetapi bagi Allah tidak ada yang mustahil (Lukas 1:37).

Maria menyadari sebagai seorang hamba Tuhan  dengan kerendahan hatinya dan ketaatannya kepada Allah, maka Maria membuka dirinya. Rahimnya dipakai sebagai alat oleh Allah untuk karyaNya yang besar, karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan anakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16).

Saat ini kita memasuki minggu keempat masa adven Natal 2014, masa penantian akan kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua, dalam penantian ini marilah kita persiapkan diri kita dengan membuka hati dan pikiran kita dengan tuntunan Roh Kudus, agar hidup kita berkenan kepada Tuhan dan layak dipakai  sebagai alat oleh Tuhan untuk pekerjaanNya dalam menyelamatkan umatNya di dunia ini, kita kabarkan berita sukacita dan keselamatan yang nyata dimana saja kita berada, di keluarga, di kantor, dan di masyarakat.

Bersediakah, bersiapkah, dan sanggupkah kita, bila tubuh kita dipakai oleh Tuhan sebagai alatNya untuk pekerjaan Tuhan? Tuhan memberkati. Amin.

Baiklah Rahimku Menjadi Alat PekerjaanMu, Tuhan

  Lukas 1 : 26-38 Kandungan adalah salah satu organ tubuh wanita yang berfungsi sebagai tempat pertumbuhan janin yang terjadi karena pertemuan …

Yohanes 1 : 6-8, 19-28

Dalam minggu adven yang ke-3 ini kita masih menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua. Karena dengan kedatanganNya akan memberikan pengharapan yang percaya kepadaNya.

 

Dalam Yohanes 1:6-8, Yohanes memberikan kesaksian tentang siapa Yesus Kristus. Yohanes tidak berbohong ketika ditanya orang-orang Lewi tentang dirinya sendiri (Yoh 1:23) bahwa dialah orang yang pernah dinubuatkan oleh nabi Yesaya (Yesaya 40:3) yaitu orang berseru-seru di padang gurun, luruskanlah jalan bagi Tuhan. Dan ia pun memberikan siapa orang yang datang kemudian setelah Yohanes (Yoh 1:29B) “Lihatlah Anak domba Allah yang telah menghapus dosa Dunia”

 

Ini adalah kabar baik yang harus didengar semua orang karena kita sendiri tidak dapat menghapus dosa kita dengan perbuatan baik/amal kita. Kita yang disebut orang percaya disamakan dengan Yohanes Pembaptis yang mempersiapkan jalan kedatangan Yesus yang kedua. Seperti pujian “Ratakan tanah bergelombang, timbunlah tanah yang berlubang, menjadi siap dibangun diatas dasar iman”. Artinya kehidupan kita siap diratakan ketika bergelombang, siap ditimbun ketika berlubang dan siap dibangun diatas dasar iman kita kepada Kristus, sehingga orang lain yang melihat hidup kita menjadi percaya pada Kristus. Itulah yang dikehendaki Tuhan atas hidup kita. Amin.

Kabar Baik Bagi Semua Orang

Yohanes 1 : 6-8, 19-28 Dalam minggu adven yang ke-3 ini kita masih menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua. Karena dengan kedatanganNya …

Markus 1 : 1-8
Umat Allah dengan Allah, sejak perjanjian lama (Bangsa Israel)  sampai dengan sekarang (Gereja) sering digambarkan bagaikan seorang gembala dengan ternak gembalaanNya (domba).

Allah sebagai gembala senantiasa menuntun dan membawa domba-dombaNya ke tempat yang menyenangkan serta senantiasa menjaga keselamatan mereka.

Israel sebagai domba dan umat kepunyaanNya senantiasa hidup jatuh dan bangun, taat dan memberontak. Meskipun umat senantiasa memberontak dan hidup menderita karena ketidak setiaannya, namun Allah tetap setia. Allah senantiasa menolong dan menyelamatkannya.

Melalui nabi-nabi dan orang-orang pilihanNya Allah senantiasa memelihara serta menolongnya. Namun demikian hal ini perlu respon atau tanggapan dari umat untuk siap sedia ditolong dan diselamatkan oleh Allah.

Kehadiran Kristus ke dunia sebagai Juruselamat menjadi wujud kesetiaan Allah sebagai gembala yang bermaksud menolong dan menyelamatkan umatNya. Kehadiran Kristus yang menyelamatkan menuntut respond an sikap umat untuk menyambutNya.

Dalam hal ini Allah mengutus Yohanes pembaptis untuk mempersiapkan umat menyambut kesetiaan Allah yang hadir dalam Yesus Sang Juruselamat.

Allah yang setia yang hendak menyelamatkan umatNya, memberi kesempatan kepada umat untuk menerima kesetiaanNya itu dengan berbalik kepadaNya. Oleh karena itu Yohanes Pembaptis menyerukan “Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskan jalan bagiNya. Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis, dan Allah akan mengampuni dosamu (Markus 1: 3-4)

Kristus datang sebagai wujud kesetiaan Allah kepada umatNya yang sedang jatuh bangun dan tidak setia.

Kita adalah domba-domba, umat kepunyaan Allah yang juga sering jatuh bangun dan tidak setia.

Melalui seruan Yohanes Pembaptis kita dipanggil dan diajak untuk menyambut kasih setia Allah yang adalah gembala kita.

Sudah siapkah kita menyambut kesetiaanNya ?

Tuhan Setia Menggembala

Markus 1 : 1-8 Umat Allah dengan Allah, sejak perjanjian lama (Bangsa Israel)  sampai dengan sekarang (Gereja) sering digambarkan bagaikan seorang gembala …

Markus 13 : 24-37
Jika menanti seseorang yang dikasihi akan datang, pastilah kita mempersiapkan segala sesuatu dengan suka cita, tanpa lelah dan penuh pengharapan. Apalagi yang akan datang adalah seorang Raja di atas segala Raja, yaitu Tuhan Yesus yang menyelamatkan dunia.

 

Dalam Markus 13:24-37, Yesus mengajarkan kedatangan Anak Manusia adalah sesuatu yang menjadi pengharapan dan dinantikan, akan tetapi penentuan waktunya tidak seorangpun yang tahu, hanya Allah Bapa yang tahu. Kemudian yang menjadi pertanyaan, apa yang harus kita persiapkan untuk menyambut hari itu?

 

Tuhan Yesus berulang-ulang berkata, “Hati-hatilah, dan berjaga-jagalah!”. Tuhan Yesus mengulangnya tiga kali berturut-turut!  Bagaimana caranya berjaga-jaga? Dengan tekun berdoa (Lk 21:36, Ef 6.18) sambil bersyukur (Kol 4:2), tetap teguh mempertahankan iman (1 Kor 16:13), berhati-hati (Mk 13:33), dengan sadar dan penuh penguasaan diri (1Tes 5:6, 1Pt 4:7). Apakah ini mudah? Tentu tidak, karena kedagingan kita yang lemah.

 

Masa Advent merupakan masa yang tepat untuk mengembangkan kehidupan rohani kita dengan bersikap waspada dan berjaga-jaga. Dan  marilah kita berdoa agar Allah memberkati dan meneguhkan hati kita dalam penantian kita dengan tetap berkarya, mengasihi dan melakukan firman-Nya. Dan jangan sampai jika Sang Raja datang kita didapatiNya sedang tidur dan tidak berbuat apa-apa, akan tetapi kita tetap berjaga-jaga seperti yang diperintahkan-Nya. Amin.

Sang Raja Akan Datang

Markus 13 : 24-37 Jika menanti seseorang yang dikasihi akan datang, pastilah kita mempersiapkan segala sesuatu dengan suka cita, tanpa lelah dan …

Matius 25 : 31-46
Ketika kita bicara tentang penghakiman, siapakah yang paling berkuasa ? jawabnya adalah Hakim. Hakim adalah orang yang berkuasa memutuskan seseorang bersalah atau tidak. Demikian juga yang tertulis pada Nats kita kali ini bahwa anak manusia yang bersemayam diatas Tahta kemulianNya, sang raja yang berkuasa untuk melakukan penghakiman terakhir.

 

Sang Raja sebagai Gembala akan memisahkan domba yang melambangkan orang orang yang diberkati, dengan kambing yang melambangkan orang–orang yang terkutuk, kemudian Sang Raja memutuskan memberikan kerajaan yang Allah sediakan sejak dunia dijadikan (ayat 34) kepada orang orang yang diberkati sedangkan kepada orang orang yang terkutuk Sang Raja akan mengenyahkan kedalam api yang kekal yang telah tersedia untuk iblis dan malaikatnya.

 

Lalu bagaimana caranya agar kita dapat selamat pada saat penghakiman terakhir dan mendapatkan kerajaan yang telah disediakan sejak dunia dijadikan ?. Alkitab telah menjawab dalam Yohanes 3 ayat 16 dan Allah mengutus anaknya kedalam dunia bukan untuk menghakimi dunia melainkan untuk menyelamatkan (ayat 17). Artinya kalau kita mau diselamatkan ada 2 hal yang harus kita lakukan yaitu : percaya kepada Yesus Kristus (Yoh 3 : 16) dan melakukan kehendakNya (Matius 25: 35, 36).

 

Jadi sudah jelas bahwa kuasa penyelamatan berada ditangan Tuhan Yesus Kristus.

Sang Raja Berkuasa & Menyelamatkan

Matius 25 : 31-46 Ketika kita bicara tentang penghakiman, siapakah yang paling berkuasa ? jawabnya adalah Hakim. Hakim adalah orang yang berkuasa …

Matius 25 : 14-30
Dalam bacaan Matius 25 : 14-30 Tuhan Yesus berbicara melalui perumpamaan tentang talenta, dimana kita dituntut menjadi orang yang baik dan benar serta bertanggung jawab kepada Allah terhadap apa yang kita lakukan. Mungkin kita rajin beribadah, ikut serta di dalam pelayanan, pendalaman Alkitab, dan kegiatan rohani lainnya, namun bisa saja kita hanya melakukan kegiatan tanpa ada motivasi untuk mencari  Tuhan. Hal ini membuat kita rentan terhadap permasalahan, jadi yang terpenting bukan seringnya beribadah atau melayani Tuhan melalui kegiatan-kegiatan gereja (meskipun kegiatan itu juga penting), namun lebih dari itu apakah dalam setiap kegiatan atau pelayanan yang kita lakukan itu kita sungguh-sungguh melakukan untuk Tuhan?

 

Bila kita mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh tentu akan kelihatan dari buahnya dan Tuhan sungguh-sungguh berkenan terhadap apa yang kita lakukan. Untuk itu mari kita belajar menjadi murid Kristus yang mau tekun  dan sungguh-sungguh dalam melakukan tugas dan tanggung jawab yang diberikan Tuhan kepada kita. Dengan demikian apa yang kita lakukan akan sungguh-sungguh membuahkan sukacita.

 

Melalui itu kita akan semakin peka dan memahami kehendak Tuhan, dan akhirnya kebahagiaan dan keselamatan Tuhan limpahkan dalam hidup kita.

 

Selamat melayani dengan penuh tanggung jawab.

Tuhan Memberkati.

Bertanggung Jawab, Saling Menjaga Keselamatan

Matius 25 : 14-30 Dalam bacaan Matius 25 : 14-30 Tuhan Yesus berbicara melalui perumpamaan tentang talenta, dimana kita dituntut menjadi orang …

Sang Raja Melayani

Sang Raja Melayani

Baca: Matius 23:1-12 Kita sebagai orang Kristen sudah pasti tahu untuk apa Tuhan Yesus datang ke dunia. Yesus yang adalah Sang Raja, …