AIR HIDUP YANG MEMULIHKAN CIPTAAN
Keluaran 17: 1-7 | Mazmur 95 | Yohanes 4: 5–42
Air adalah kebutuhan pokok manusia di dunia ini. Tubuh kita sendiri hampir 80% terdiri dari air. Tubuh tanpa air akan semakin lemah dan segera mengalami sakit penyakit. Jika tubuh secara rutin mendapat asupan air yang layak, maka tubuh kita pun akan sehat.
Injil Yohanes pasal 4 mengisahkan tentang perempuan Samaria yang hendak mengambil air. Setelah mendapat penjelasan Yesus tentang air yang tidak dapat habis, ia meminta air dari Yesus supaya tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sumur itu untuk menimba air (Yoh. 4:15). Rasa haus merupakan keadaan fisiologis bahwa tubuh membutuhkan air, sehingga apabila tidak dipenuhi dapat menyebabkan dehidrasi, yaitu kehilangan cairan tubuh yang berlebihan. Setiap mahluk hidup membutuhkan air dalam jumlah yang cukup. Bila tidak terpenuhi, maka kehidupan tidak akan bertahan. Demikian pula kehausan rohani. Kehausan rohani akan menyebabkan kita mengalami kekeringan rohani, kekosongan batin, perasaan gelisah dan jauh dari damai-sejahtera. Di tengah-tengah situasi umat yang sedang “kehausan” itu, Tuhan Yesus berkata, “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum” (Yoh. 7:37). Yang Tuhan Yesus katakan adalah tentang palum (kepuasan pasca rasa dahaga atau haus) rohani atau spiritual, yakni menyembah Allah dalam roh dan kebenaran melalui pengenalan dan karya agung Tuhan Yesus Kristus sendiri.
Karya penebusan dan kasih Kristus adalah mematahkan belenggu kuasa dosa. Tuhan Yesus berkata, “Air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal” (Yoh. 4:14). Dalam Kristus tersedia mata-air yang tidak pernah kering dan memuaskan dahaga. Bagaimanakah cara kita memperoleh air hidup itu?
Kita harus membangun hubungan yang baik dan tidak terputus dengan sumber itu, serta kita harus meminum air kehidupan yang ditawarkan Tuhan kepada kita. Jika hubungan kita terputus dengan Tuhan, maka kita akan menjadi seperti “mata air yang kering” (2 Ptr. 2:17). Usahakanlah hubungan kita dengan Tuhan tidak pernah putus walau banyak rintangan dan permasalahan hidup yang kita hadapi. Mari kita senantiasa datang kepada Tuhan Yesus. Dan jika kita mau meminum air kehidupan yang diberikan oleh-Nya, maka kita tidak akan haus lagi, kita akan dipuaskan dan beroleh kelegaan, bahkan air kehidupan itu akan menjadi mata air di dalam diri kita yang terus menerus memancar. Untuk memperoleh air hidup ini, seseorang harus “meminumnya”. Tindakan minum ini bukanlah suatu tindakan sesaat yang satu kali saja, namun suatu tindakan minum yang bertahap-tahap, berkali-kali, dan berulang- ulang. Artinya meminum air hidup, menuntut persekutuan terus-menerus dengan sumbernya, yaitu Yesus Kristus sendiri. Tuhan Yesus memberkati. Amin.