Hiduplah Dalam Keadilan & Perdamaian

Renungan Minggu,  27 Januari 2013

Bacaan Alkitab Roma 12:18

Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu,

hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!

 

Semua orang merindukan suasana rukun dan damai dalam kehidupan. Pertengkaran, konflik apalagi perang membuat hati kita dan semua orang gundah dan susah. Namun dalam prakteknya suasana rukun dan damai atau harmoni tidak selalu terjadi di tengah-tengah kehidupan nyata. Ada saja dan banyak masalah yang membuat seseorang tidak bisa rukun dengan saudara, tetangganya, bahkan dengan pasangan hidupnya sendiri, orang tua, anak kandungnya sendiri.

Perdamaian dengan saudara hendaknya menjadi wujud perdamaian dengan Tuhan. Alkitab menyatakan bahwa perdamaian kita dengan Allah-lah yang memberi kita kesempatan berdamai dengan sesama.

Perdamaian menjadi wujud hukum yang berkeadilan. Paus Yohanes Paulus II mengatakan : There is no peace without justice, there is no justice without forgiveness, artinya tiada perdamaian tanpa keadilan, tiada keadilan tanpa pengampunan. Hal itu dengan mudah kita saksikan dalam kehidupan keluarga. Jika orang tua bersikap tidak adil maka anak-anak akan bertengkar. Jika pemerintah bersikap tidak adil maka kelompok-kelompok dalam masyarakat akan saling membenci satu sama lain. Sebab itu untuk mewujudkan perdamaian atau harmoni sejati dalam masyarakat, maka kita harus sungguh-sungguh menegakkan hukum & keadilan.

Perdamaian adalah buah saling menerima. Pada akhirnya kita diingatkan bahwa perdamaian atau harmoni dalam kehidupan tidak pernah terjadi dengan sendirinya atau otomatis melainkan harus diusahakan secara sengaja dan serius.

Melalui ayat di atas mengingatkan bahwa hidup dalam keadilan dan perdamaian adalah penting, dan untuk orang-orang kristen juga penting hidup mewujudkan keadilan dan perdamaian. Tidak hanya dengan kelompok (semua orang kristen) dan keluarganya sendiri saja, tetapi dengan semua orang.

Sudahkah kita hidup adil dan damai dengan semua orang?

  • Maryo Manjaruni

    Senang sekali saya melihat website ini. tetap Konsisten dan terus berkarya. Media memiliki kemampuan menembus “tembok” untuk selalu mewartakan TUHAN lewat Aksi kita.

    • Elisanta

      Terima Kasih Pak Maryo Manjaruni, Tuhan memberkati pelayanan Bapak.

%d bloggers like this: