MELEPASKAN UNTUK MENDAPATKAN
Ulangan 30:15-20 | Mazmur 1 | Filemon 1:1-21 | Lukas 14:25-33
Jemaat yang terkasih, hidup kita dipenuhi dengan pilihan. Setiap hari kita dihadapkan pada persimpangan jalan: jalan yang mudah atau jalan yang benar? Jalan yang menjanjikan kenikmatan sesaat atau jalan yang menuntun pada kehidupan kekal? Alkitab mengajarkan kita sebuah kebenaran yang radikal, yaitu bahwa sering kali untuk mendapatkan kehidupan sejati, kita harus terlebih dahulu melepaskan apa yang kita genggam erat. Dari Ulangan dan Mazmur, kita belajar bahwa hidup yang diberkati bukanlah tentang menimbun harta duniawi atau mengejar kesenangan sesaat. Hidup yang diberkati adalah hidup yang berakar kuat dalam firman Tuhan. Kita harus melepaskan keterikatan kita pada hal-hal fana dan memilih untuk memegang teguh perintah-Nya. Seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, kita akan menghasilkan buah pada musimnya dan daun kita tidak akan layu (Mazmur 1:3).
Kemudian, melalui surat Paulus kepada Filemon, kita melihat contoh nyata dari melepaskan untuk mendapatkan. Paulus meminta Filemon untuk melepaskan kemarahan, kerugian, dan haknya untuk menghukum. Sebagai gantinya, ia akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih berharga: rekonsiliasi, persaudaraan, dan sukacita melihat budaknya yang hilang, kembali sebagai saudara seiman. Mengampuni bukanlah kelemahan, tetapi kekuatan yang melepaskan kita dari beban kebencian dan membuka pintu bagi kasih.
Terakhir, dan yang paling menantang, adalah perkataan Yesus di Lukas 14. Yesus tidak menawarkan janji-janji kosong. Ia dengan jujur menyatakan bahwa mengikuti Dia menuntut pengorbanan yang besar. Kita harus bersedia melepaskan segalanya: keluarga, harta, bahkan ambisi pribadi kita. Mengapa? Karena ketika kita melepaskan hal-hal ini dan menjadikan Kristus satu-satunya pusat hidup kita, kita mendapatkan sesuatu yang jauh lebih besar: kerajaan Allah, hidup yang berkelimpahan, dan hubungan yang intim dengan Bapa.
Jadi saudara-saudara, mari kita bertanya pada diri sendiri hari ini:
- Apa yang sedang kita genggam erat yang menghalangi kita untuk sepenuhnya mengikut Tuhan? Apakah itu ambisi, harta, kekhawatiran, atau dendam atau hal lain?
- Jika kita sadar untuk mengikut Tuhan dengan sepenuhnya, bagaimana kita mampu melepaskan ikatan-ikatan yang menjauhkan kita dari Tuhan?
Marilah kita berani melepaskan semuanya itu hari ini. Mari kita pilih untuk berjalan di jalan kebenaran dan keadilan-Nya. Karena dengan melepaskan, kita sebenarnya sedang membuka tangan untuk menerima anugerah, damai sejahtera, dan sukacita yang kekal dari Tuhan. Amin.