BERKAT ATAS YANG BERTOBAT
Lukas 15 : 1–10
Saudara-saudara yang terkasih, apa yang anda rasakan jikalau barang anda yang hilang dapat ditemukan kembali? Misalnya saja anda kehilangan jam tangan. Sudah dicari kemana-mana, tetapi tidak ketemu. Pada suatu waktu setelah tiga bulan, anda menemukan jam tangan anda kembali yang ternyata diletakkan di kotak perkakas.
Lukas 15:1–10 menceritakan tentang perumpamaan domba dan dirham yang hilang. Yesus menunjukkan seseorang yang sungguh bersuka cita ketika menemukan seekor dombanya yang hilang setelah mencarinya, meski sebenarnya ia masih memiliki 99 ekor domba. Seorang perempuan sungguh bersuka cita ketika menemukan satu dirhamnya yang hilang setelah mencarinya, meskipun ia masih mempunyai sembilan dirham. Renungan hari ini adalah tentang betapa besar berkat dan sukacita di surga atas satu orang yang bertobat. Tidak peduli seberapa jauh kita telah tersesat, Allah tetap mencari dan menanti kita kembali. Dia bukan hanya mengampuni, tetapi juga memberkati dan menerima kita dengan sukacita.
Pesan Yesus sangat jelas: mereka “yang terhilang” justru bukan untuk dibiarkan “hilang”, seakan-akan mereka sudah sepantasnya menjadi “yang terhilang”; mereka yang “hilang” justru perlu dicari, dirangkul kembali, dan diberi kesempatan seluas-luasnya untuk bisa kembali merayakan kehidupan ini. Bertobat berarti mengembalikan diri kepada Tuhan dan menerima pengampunan serta pemulihan. Ketika seseorang bertobat, ia bukan hanya disambut dengan tangan terbuka oleh Allah, tetapi juga mengalami berkat nyata dalam hidupnya yakni kedamaian, sukacita, dan pemulihan hubungan dengan Tuhan dan sesama.
Ada pertanyaan yang bisa menjadi insipirasi untuk kita semua
- Pertobatan apa yang telah kita lakukan dengan sungguh sesuai kehendak Allah?
- Bagimana jika ada saudara kita yang telah melakukan kesalahan, dan ingin kembali pada Tuhan dan kembali dalam persekutuan bersama?
- Berkat atas yang bertobat seperti apakah yang dapat kita lihat dalam kehidupan ini?
Marilah kita belajar untuk tidak meremehkan kekuatan pertobatan, baik dalam hidup kita sendiri maupun dalam hidup orang lain. Seperti gembala dan perempuan dalam perumpamaan yang Yesus sampaikan, kita juga diajak untuk bersukacita atas setiap jiwa yang kembali datang kepada Tuhan. Dan bagi kita yang sudah bertobat, jangan lupa untuk terus berjalan dalam kasih dan kesetiaan, menjadi saksi nyata berkat Tuhan dalam hidup kita. Selamat berjuang untuk melakukan pertobatan dan menerima mereka yang telah bertobat. Amin.