MENJADI BANGSA YANG BERINTEGRITAS: Berjuang Memulihkan Pembebasan

Yeremia 23:23-29 | Mazmur 82 | Ibrani 11:29-12:2 | Lukas 12:49-56

Pernahkah kita melihat tulisan berikut ini, “Zona Integritas”,di lingkungan kantor pemerintah? Zona integritas adalah strategi percepatan membangun reformasi birokrasi yang melakukan pelayanan kepada masyarakat yang bersih dan melayani. Harapan kita semua adalah hal ini bukan hanya sekedar jargon tetapi mampu terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari. Artinya yang dikatakan sesuai dengan yang di lakukan.

Lawan kata integritas adalah munafik. Munafik dalam bahasa Ibrani adalah “hupokrithes’”yang secara umum diterjemahkan sebagai “orang yang bermain drama.” Perkataan Yesus bahwa dia datang tidak membawa damai tetapi pertentangan maksudnya ialah Yesus jelas tidak mau berkompromi dengan dosa dan melawan dosa. Yesus tidak mau bangsa Israel hidup munafik seperti bermain drama. Mereka seolah-olah hidup baik, rohani, dan ramah tapi ternyata di balik itu mereka justru melakukan penindasan, bengis, dan suka menekan.

Pemazmur mengajak kita untuk membangun kekuasaan yang bersih dan melayani yang papa. Kekuasan itu sementara oleh sebab itu kita harus menggunakan kesempatan ini untuk melakukan yang terbaik dengan menolong yang lemah, miskin dan tertindas. Sebuah keprihatinan bahwa orang fasik begitu melanggengkan penindasan dan kejahatan.

Yeremia adalah nabi Tuhan. Kata nabi dalam bahasa ibrani adalah “navi” yang artinya jurubicara, dalam makna lain artinya mengalirkan air. Air dalam pandangan Alkitab adalah kehidupan. Nabi harus mampu menyampaikan dan mengalirkan kehidupan yang asalnya dari Tuhan. Bukan memancarkan pencemaran yang datangnya dari berhala-berhala seperti Baal. Panggilan kenabian bagi kita, berarti kita harus senantiasa menyatakan kehendak Tuhan bagi kehidupan bersama.

“Perjuangan” dalam bahasa Indonesia berarti usaha, upaya, atau aktivitas yang dilakukan dengan keras dan penuh tantangan untuk mencapai tujuan tertentu. Tema kali ini kita diajak berjuang untuk memulihkan dan membebaskan. Perjuangan kita adalah untuk kemuliaan dan kebesaran nama Tuhan. Imanlah yang menjadi pondasi kita untuk berjuang. Dengan iman yang kuat, kita memiliki pengharapan untuk mewujudkan cita-cita kita. Perjuangan kita adalah untuk menjadi manusia yang berintegritas, tidak seperti orang yang munafik selalu bermain drama tampaknya baik, rohani, dan ramah tapi ternyata itu hanya yang terlihat di permukaan saja; ternyata dengan sesama masih melakukan penindasan dan kejahatan terhadap sesama.

Marilah kita wujudkan perjuangan kita dengan mengalirkan air kehidupan kepada sesama sehingga mereka dapat melihat Tuhan yang memberikan kehidupan bagi kita semua bukan menebarkan virus atau racun sehingga mereka tidak memperoleh kehidupan. Tuhan memberkati kita semua.