IMAN MENGALAHKAN KECEMASAN

Kejadian 15 : 1 – 6 | Ibrani 11 : 1 – 3, 6 – 8
Kecemasan adalah suatu perasaan khawatir, takut, atau gelisah yang berlebihan tentang sesuatu yang mungkin akan terjadi di masa depan. Meskipun terkadang kecemasan adalah respons alami terhadap stres atau bahaya, kecemasan yang menjadi gangguan (anxiety disorder) bisa melumpuhkan dan mengganggu kehidupan sehari-hari. Bagi orang percaya, iman adalah kekuatan yang luar biasa.
Iman adalah keyakinan teguh pada Tuhan, meskipun kita tidak dapat melihat-Nya. Seperti halnya dalam Kejadian 15:2– 3 kita melihat adanya kecemasan Abram tentang masa depan khususnya tentang keturunan. Akan tetapi jawaban TUHAN (Kejadian 15:5) akan mengubah kecemasan menjadi sukacita.
Alkitab penuh dengan janji-janji Tuhan untuk melindungi dan menyertai kita. Janji-janji ini adalah pondasi iman kita. Saat kecemasan muncul, kita dapat melawannya dengan mengingat firman Tuhan.
Berikut adalah beberapa cara bagaimana iman dapat mengalahkan kecemasan:

  1. Mengganti Kecemasan dengan Janji Tuhan
    Saat kecemasan datang, ingatkan diri anda pada ayat-ayat Alkitab yang menjanjikan damai sejahtera dan pemeliharaan Tuhan. Matius 6:25-34 adalah renungan yang kuat tentang melawan kekhawatiran. Yesus mengajak kita melihat burung di udara dan bunga bakung di padang untuk menyadarkan kita bahwa Tuhan yang memelihara ciptaan-Nya, lebih lagi akan memelihara kita.
  2. Mengalihkan Fokus dari Masalah kepada Tuhan
    Penyembahan dan doa disaat cemas dan ketika hati kita dipenuhi oleh kekuatiran. Melalui doa dan penyembahan, kita menyerahkan kekhawatiran itu kepada Tuhan dan memenuhi hati kita dengan hadirat-Nya. Doa bukanlah hanya meminta, tetapi juga mengakui kedaulatan Allah atas setiap situasi yang kita hadapi. Seperti yang tertulis dalam Filipi 4:6-7 “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”
  3. Mempraktikkan Kepercayaan
    Percaya kepada Tuhan seperti Abraham yang meninggalkan negerinya tanpa tahu tujuan mengikuti perintah Tuhan. Dalam Ibrani 11:8 Tuhan berfirman, “Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ditujunya.” Ini adalah contoh nyata. Abraham tidak memiliki peta, hanya janji Allah. Dengan menyerahkan kendali dan melangkah dalam ketaatan, dia menunjukkan iman yang mengalahkan ketidakpastian. Iman dapat mengalahkan kecemasan, karena iman memberikan kita landasan yang kokoh di tengah badai kehidupan. Iman memindahkan fokus kita dari ancaman yang kita rasakan, kepada janji Tuhan yang pasti yang ada di dalam kita, dan yang lebih besar dari roh ketakutan di dunia ini. Tuhan memberkati. Amin.