Menerima Aliran Hidup dari Roh

Bacaan : Yohanes 7: 37-39 | Kisah Para Rasul 2: 1-21

Mari bayangkan suasana sebuah perayaan penting, begitu meriah dan ramai dengan banyak orang berada di suatu kota untuk bersukacita bersama. Hari Raya Pondok Daun adalah perayaan yang mengingat nenek moyang Bangsa Israel yang keluar dari perbudakan di Mesir ke tanah perjanjian melewati padang gurun. Semua peristiwa diperingati dengan sukacita sebagai karya Allah dalam hidup mereka, dan juga yang terus mereka alami karena biasanya disertai dengan panen raya. Namun Tuhan Yesus merasakan dan menyaksikan ada kekeringan jiwa dalam diri orang-orang di perayaan tersebut. Mereka sepanjang waktu tertekan dengan banyak hal dari berbagai peraturan hukum agama oleh kaum elit religius hingga tekanan keadaan ekonomi dan politik di bawah penjajahan Romawi. Di saat itulah Tuhan Yesus menyatakan Diri-Nya sebagai sumber air hidup yang memuaskan dahaga jiwa, memberi kesegaran spiritual bagi hidup yang gersang.

Tuhan Yesus menyatakan kuasa dan karya Allah di dalam Diri-Nya. Sang Guru mengajak dan menawarkan kesegaran spiritual dan kehidupan kekal di dalam Diri-Nya. Karya-Nya sebentar lagi digenapi pada waktu itu, dan Sang Roh dijanjikan-Nya bagi orang-orang percaya. Roh Kudus adalah Allah yang hadir dalam hidup manusia secara misterius, karena karya dan kuasa-Nya melampaui akal budi dan pengetahuan manusia, namun penyertaan-Nya sungguh nyata. Roh Kudus memberi daya kemampuan yang luar biasa bagi orang-orang percaya, sehingga mampu mengatasi tantangan yang membatasi manusia dari kasih dan karya Allah.

Para murid menerima Roh itu ketika hari Raya Pentakosta. Pada waktu itu mereka dikaruniai kemampuan untuk berbicara bahasa dari orang-orang pendatang di Yerusalem, sehingga mereka dapat menyampaikan dan menyatakan “segala perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah” (Kis. 2: 11). Dengan mengatasi batasan itu, banyak orang percaya, bertobat, dan diselamatkan (Kis. 2: 37-42). Kita pun harus senantiasa membuka diri kita bagi karya Roh Kudus, dengan berdoa dan berharap kepada-Nya serta meyakini dan menerima penyertaan-Nya yang memampukan kita mengatasi batasan-batasan kehidupan yang menjauhkan kita dari kasih dan karya Allah. Dengan penyertaan Roh Kudus ada aliran kuasa dan aliran kehidupan memberi daya dan semangat dalam diri kita. Hidup kita senantiasa disegarkan oleh-Nya. Kehidupan kita semakin bertumbuh dalam iman kepada-Nya. Amin.

%d bloggers like this: