Siap Dipanggil Untuk Berkarya

Bacaan : Lukas 5: 1-11; 1 Kor. 15: 1-11

 Kehidupan orang beriman sering dikaitkan dengan kegiatan pergi ke gereja setiap hari minggu, mengikuti kegiatan pemahaman alkitab atau persekutuan doa, berdoa sebelum melakukan aktivitas, dan semacamya. Pemahaman semacam itu tidaklah salah, namun sesungguhnya belum menggambarkan secara  lengkap kehidupan orang beriman. Hal lain yang juga tidak kalah pentingnya yaitu memenuhi panggilan untuk berkarya, yaitu berkarya melayani Tuhan dan memberitakan kasih Tuhan kepada semua orang, melalui perbuatan nyata yang mencerminkan kasih itu kepada sesama. Hal semacam itu yang terasa lebih sulit untuk dilakukan.

Orang-orang beriman sering merasa khawatir bahwa kegiatan untuk memenuhi panggilan itu akan mengganggu pekerjaan kesehariannya dan mengurangi “sesuatu” yang mestinya bisa didapatkan. Padahal Tuhan bisa memberikan segala berkatnya kepada manusia tanpa harus dengan perhitungan waktu kerja yang kita gunakan. Semalam suntuk Simon menggunakan waktunya untuk melaut tetapi tidak mendapatkan ikan, sebaliknya kehadiran Yesus yang hanya beberapa saat di tengah-tengah mereka menjadikan dia mendapatkan ikan yang jauh lebih banyak dari yang dia harapkan. (Lukas 5:5-6). Hal semacam itu perlu menjadi kesadaran yang mendalam bagi orang-orang beriman untuk siap berkarya memenuhi panggilan Tuhan tanpa merasa takut kehilangan waktu, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Simon. (Lukas 5: 11).

Berkarya memenuhi panggilan Tuhan juga tidak mempersyaratkan orang harus terlebih dahulu pintar, berwawasan luas, berbakat, atau bersih dari dosa. Simon yang merasa dirinya sebagai orang berdosa, Yesus berkenan mejadikannya sebagai muridnya dan menjadi pelayan Tuhan. (Lukas 5: 9).  Hal yang sama juga dialami oleh rasul Paulus, yaitu bahwa dalam kesadarannya sebagai orang berdosa karena pernah menganiaya jemaat Allah, Tuhan berkenan memanggilnya untuk bekerja keras memberitakan firman Tuhan atas kasih dan karunia Allah yang menyertainya. (1 Kor. 15: 9-10). Demikianlah panggilan untuk berkarya berlaku bagi setiap orang beriman tanpa memandang seberapa kemampuan, kepandaian, dan talenta  yang dimilikinya.

Akhirnya kita perlu bertanya kepada diri kita masing-masing, sudah siapkah kita memenuhi panggilan Tuhan untuk berkarya? Jika belum, mari kita berusaha membangun komitmen untuk mewujudkan panggilan Tuhan sesuai keberadaan dan kemampuan kita masing-masing. Tuhan memberkati. Amin.

%d bloggers like this: