MELIHAT WAJAH YESUS DALAM KARYA CIPTAAN

1 Petrus 1 : 17–23

Tema “melihat wajah Yesus dalam karya ciptaan” menjadi sebuah perenungan mendalam yang mengajak kita mengenali keagungan, kasih, dan kehadiran Allah ditengah alam semesta. Bagaimana dengan kita orang percaya, sudahkah kita melihat wajah Yesus dalam karya ciptaan-Nya? Kita akan belajar dari surat 1 Petrus 1: 17–23 yang memberikan arah pada kita untuk hidup kudus dan bertanggung jawab sebagai pendatang di bumi Tuhan.

1 Petrus 1:17 mengingatkan bahwa di dunia ini harus hidup dengan rasa takut kepada Allah. Kita harus menyadari keberadaan manusia di bumi dan alam ini sebagai orang yang menumpang di dalam karya ciptaan-Nya, sehingga sebagai tamu atau pendatang, manusia harus mempunyai sikap yang benar, penuh hormat kepada tuan rumah yaitu Allah dan menjaga rumah tempat kita menumpang tidak merusaknya melainkan merawatnya. Oleh karena itu kita melihat alam semesta ini seperti wajah Allah yang nyata. Saat kita memandang keindahan alam, gunung yang menjulang, dan samudra yang luas kita sebenarnya sedang melihat jejak tangan dan karakter Yesus Sang Pencipta. Ayat 18-19 menekankan bahwa kita ditebus bukan dengan emas atau perak melainkan dengan darah Kristus yang mahal. Ini berarti ukuran hidup orang percaya tidak lagi bergantung pada kekayaan materi tetapi pada karya penebusan Kristus. Orientasi hidup kita berubah, bukan menguras bumi demi keuntungan, tetapi hidup kudus sesuai kehendak Allah. Dengan firman ini mari temukan wajah Yesus dalam kesunyian, ambil waktu sejenak untuk diam, menjauh dari gawai, dan biarkan keindahan alam sekeliling kita membawa pikiran kita kepada Tuhan.

Ayat 20-21 menegaskan bahwa Kristus telah dipilih sebelum dunia dijadikan. Artinya karya penebusan bukan hanya untuk manusia sebagai individu, melainkan bagian dari rencana Allah yang mencakup seluruh ciptaan sejak awal mulai. Kita rawat bumi ini dan menjaga lingkungan untuk menghormati karya tangan Tuhan. Ayat 22-23 menekankan kasih yang lahir dari kelahiran baru melalui firman Allah yang hidup. Kasih ini tidak boleh berhenti hanya kepada sesama manusia saja, tetapi juga harus terwujud dalam kepedulian terhadap semua ciptaan-Nya.

Kita menjadikan Bumi sebagai rumah Allah dan sebagai ruang kudus tempat wajah Yesus dapat ditemukan. Maka dalam segala dinamika kehidupan, kita diajak membuka mata iman untuk melihat wajah Yesus yang senantiasa hadir dalam karya ciptaanNya. Karena itu kita dipanggil untuk hidup syukur, pertobatan dan kasih, supaya kita semakin peka untuk menyadari dan melihat wajah Yesus dalam setiap karya ciptaan-Nya. Amin.

Perenungan:

1) Apakah saudara melihat keindahan kasih Yesus dari alam yang saudara nikmati?

2) Apakah saudara melihat wajah Yesus dalam diri orang-orang yang saudara jumpai terutama yang membutuhkan pertolongan?