Berjaga-jaga dan Berdoalah

Lukas 21 : 25-36

 

Pada masa adven ini atau masa penantian ini kita diajak untuk merenungkan kedatangan Sang Kristus pada akhir zaman. Kedatangan digambarkan sebagai suatu yang sangat mengerikan sampai-sampai manusia mati dalam ketakutan, kecemasan dan kebingungan atas apa yang menimpa dunia ini (Lukas 21:25-26).

Tetapi saudara-saudara dalam Injil Lukas ini menegaskan bahkan memberikan penghiburan “Bahwa anak manusia datang dalam awan… (Lukas 21:27) dan apabila semua itu terjadi bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat (Lukas 21:28). Tentunya yang dapat bangkit dan mengangkat muka di hadapan Tuhan adalah orang-orang yang hidup dalam pengharapan dan iman dalam menyambut kedatanganNya.

Memang tidak ada yang tahu kapan hari itu akan datang. Akan tetapi Tuhan Yesus mengajarkan akan tanda-tanda dari akhir zaman ini sehingga lewat Injil Lukas ini kita diajak untuk selalu berjaga dan berdoa, supaya hati dan hidup kita berkenan di hadapan Tuhan dan jauh dari kepentingan-kepentingan duniawi. Seperti firman dalam kitab I Tesalonika 3:13 Rasul Paulus menegaskan supaya kita tak bercacat dan kudus di hadapan Allah sampai hari kedatanganNya. Lalu apa yang harus kita lakukan dalam menyambut kedatanganNya? Jawabnya “Berjaga-jagalah dan Berdoalah”, sebab dengan berjaga-jaga ini berarti sikap hidup kita jauh dan berbeda dengan orang dunia, melainkan seturut kehendak Tuhan (Roma 12:2), sedangkan doa mengacu pada hubungan kita dengan Tuhan. Tanpa doa kita tidak akan mampu berjaga-jaga, sebab kekuatan itu datangnya dari Tuhan.

Untuk itu saudara-saudara mari kita miliki sikap hati yang selalu berjaga-jaga supaya kita tidak jatuh dan terjebak. Ingat! Kejatuhan seseorang itu bukan karena banyaknya masalah/penderitaan, tetapi justru saat sedang kelimpahan, keberhasilan dalam segala hal yang bisa membuat kita lengah. Tapi bila kita tekun dalam doa dan terus membangun hubungan dengan Tuhan, pasti kita akan mampu melihat kedatanganNya dengan penuh sukacita. Bagaimana dengan kita, apakah kita ingin melihat kedatangan Allah dengan sukacita atau seperti 5 gadis yang bodoh?

Tuhan Yesus memberkati.

%d bloggers like this: