Aku Seorang Kristen (bagian 2 dari 2)

Ilustrasi : Yesus

Naskah ini merupakan lanjutan dari Aku Seorang Kristen (bagian 1), dengan tema yang sama “Aku Seorang Kristen”. Tema tersebut di berikan dengan tujuan agar jemaat GKJ Wisma Kasih Mangunharjo lebih memahami, menghayati tentang Kekristenan yang diakuinya, dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pada bagian ini Pendeta Dr. Robby Setyawan Th.D memberikan pandangan yang lain tentang kekristenan dari sudut pandang yang berbeda. Untuk memahami dan menghayati tema Aku Seorang Kristen, menurut pak Pendeta Dr. Robby Setyawan, Th.D, kita harus menjalani dengan 6 (enam) cara :

1. Aku Alami Keselamatan didalam Kristen (Kis 16 :31  Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”)

  • Bukan sekedar Kristen Keturunan.
  • Tidak ada “cucu-cucu Allah”, melainkan “anak-anak Allah”
  • Pembentukan dasar Kekristenan dimulai dari masa anak-anak (pada masa anak mulai sekolah Minggu), oleh karenanya Guru Sekolah minggu mempunyai peran penting dalam pembentukan dasar Kekristenan, sehingga harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.
  • Bukan sekedar perasaan, melainkan mengalami.
  • Inilah keunggulan kekristenan (Roma 5:1) : Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.

2. Aku Alami Pertobatan di dalam Yesus (2 Kor 7 : 10  Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian)

  • Pertobatan tidak identik dengan perasaan dan tangisan
  • Menyesal belum tentu bertobat, sebagai contoh : ada seseorang yang mestinya berjalan menuju ke arah Barat, namun berbelok kearah Selatan karena menurutnya ada sesuatu yang menarik disana. Sampai pada saatnya ada orang mengingatkan agar segera berbalik dan kembali ke arah yang benar, ia menyesal telah menuju arah yang tidak benar, tetapi ia tetap melanjutkan dan tidak berbalik. Ia hanya menyesal saja. Kalau memang ia bertobat, pasti akan berbalik dan menuju arah yang sebenarnya.
  • Ada orang yang menyesal dan menangis karena “ketahuan”, dan merasa “hukumannya” terlalu berat.

3. Aku pengikut Yesus yang membenarkan (Roma 5:1 Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus)

Tentang kebenaran digambarkan pada diagram berikut :

Level 5 Yang Membenarkan (Roma 5:1)
Level 4 Dirinya Kebenaran (Yoh 14:6)
Level 3 Pelaku Kebenaran
Level 2 Pengajar Kebenaran
Level 1 Tahu Kebenaran

4. Aku menjadikan firmannya sebagai standard seluruh aspek kehidupan (II Tim 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran)

Golden Rule : Do unto others as you would have them do unto you (Matius 7:12 “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi”. )

5. Aku menjadikan Yesus sbagai panutan (Galatia 4:19 Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu)

6. Aku mau di-transformasi oleh Roh Kudus (Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna)

[Disarikan dari Ceramah Aku Seorang Kristen, dibawakan oleh Pdt. Dr. Robby Setyawan Th.D, Retreat Bersama 4 dan 5 Maret 2011, Els]

Foto-foto Kegiatan :

Foto Bersama Seluruh Peserta dengan Pdt. Dr. Robby Setyawan, Th.D dan Ibu Diana Setyawan
Anak-anak peserta Retreat dan pendamping berfoto dengan ibu Diana Setyawan
  • Tamu

    Anak-anak Tuhan yang penuh dengan keceriaan.

  • Tamu

    Anak-anak Tuhan yang penuh dengan keceriaan.

%d bloggers like this: