BERTUMBUH DALAM IMAN, BERSATU DALAM KASIH, MELAYANI DALAM SUKACITA
Efesus 4:15–16
Dua puluh tiga tahun perjalanan GKJ Wisma Kasih Mangunharjo adalah bukti nyata kasih setia Tuhan yang tidak pernah berhenti. Dari waktu ke waktu, Tuhan menuntun, memelihara, dan menyertai gereja-Nya melalui suka maupun duka. Di usia ke-23 tahun ini kita diajak untuk berhenti sejenak, bersyukur atas segala yang telah Tuhan kerjakan, dan bertanya dalam hati: sudahkah kita sungguh-sungguh bertumbuh?
Melalui bacaan dari Efesus 4:15–16 Rasul Paulus mengingatkan bahwa kita dipanggil untuk “bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.” Gereja digambarkan sebagai satu tubuh yang terdiri dari banyak anggota. Setiap anggota memiliki peran dan karunia yang berbeda, tetapi semuanya saling terhubung dan membutuhkan. Demikian pula gereja, akan semakin kuat apabila setiap jemaat bersedia mengambil bagian dalam kehidupan dan pelayanan sesuai dengan karunia yang Tuhan berikan.
Memasuki usia ke-23 tahun, kita diajak untuk terus bertumbuh dalam iman. Iman yang bertumbuh bukan hanya ditandai oleh semakin banyaknya kegiatan gereja, tetapi oleh semakin dalamnya pengenalan kita kepada Kristus dan semakin nyata iman itu dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah perubahan zaman dan berbagai tantangan, kita dipanggil untuk tetap berakar dalam firman Tuhan dan menjadikan Kristus sebagai pusat kehidupan.
Pertumbuhan iman juga membawa kita untuk bersatu dalam kasih. Perbedaan bukanlah alasan untuk terpisah. Justru melalui perbedaan kita belajar saling menerima, menghargai, mengampuni, dan melengkapi. Ketika kasih menjadi dasar persekutuan, gereja menjadi tempat di mana setiap orang merasa diterima dan dikuatkan.
Dari iman yang bertumbuh dan kasih yang mempersatukan, kita dipanggil untuk melayani dalam sukacita. Setiap orang memiliki karunia dan tempat dalam pelayanan. Tidak ada pelayanan yang terlalu kecil ketika dilakukan dengan kasih. Melalui persekutuan (koinonia), pelayanan (diakonia), pengajaran iman (didaskalia), dan kesaksian (marturia), gereja dipanggil untuk menghadirkan kasih dan terang Kristus, bukan hanya di dalam gereja, tetapi juga di tengah masyarakat.
Kiranya HUT ke-23 tahun ini menjadi momentum untuk melangkah semakin teguh: bertumbuh dalam iman, bersatu dalam kasih, dan melayani dalam sukacita. GKJ Wisma Kasih Mangunharjo terus menjadi gereja yang hidup, semakin dewasa dalam iman, semakin erat dalam persaudaraan, dan semakin nyata menjadi berkat bagi sesama.
Sebagai bahan diskusi:
1. Apa yang dapat kita lakukan agar semakin bertumbuh dalam iman dan semakin dekat dengan Kristus dalam kehidupan sehari-hari?
2. Menurut Efesus 4:15–16, bagaimana kita dapat menjaga persatuan dalam kasih meskipun memiliki perbedaan karakter, pendapat, dan latar belakang?
3. Bagaimana kita menggunakan karunia yang Tuhan berikan untuk melayani dengan sukacita dan membangun tubuh Kristus?
Selamat HUT ke-23 GKJ Wisma Kasih Mangunharjo. Kiranya seluruh perjalanan dan pelayanan gereja senantiasa berada dalam penyertaan Tuhan. Apa pun yang kita lakukan, biarlah semuanya menjadi kesaksian tentang kasih Tuhan dan dipersembahkan bagi kemuliaan-Nya. Amin.