MENGGERAKKAN POTENSI KECIL MENJADI BERDAMPAK BESAR BAGI BANGSA
Matius 14:13–21
Berbicara tentang hal-hal kecil yang menjadi besar, tidak sekadar merupakan kata-kata motivasi atau suatu rumus kehidupan. Kita bahkan mengenal hal tersebut dalam pengajaran Tuhan Yesus, misalnya perumpamaan tentang Kerajaan Surga (lihat dalam Matius 13:31-33) yang menunjukkan bahwa karya Allah dinyatakan-Nya melalui dan dari hal-hal kecil kemudian tumbuh serta berdampak besar. Kali ini kita menyaksikannya dalam karya mujizat Tuhan Yesus yang sangat kita kenal, dan dimuat di empat Kitab Injil.
Mujizat yang Tuhan Yesus lakukan adalah karena perhatian dan kasih-Nya kepada banyak orang. Karya-Nya juga menunjukkan prinsip panggilan untuk melayani sesama, kata-Nya kepada para murid, “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.” Mujizat Tuhan juga bukan untuk memanjakan umat-Nya sehingga hanya menerima yang enak-enak saja, namun untuk menyaksikan kuasa-Nya bekerja di antara manusia. Maka di sini kita juga melihat bahwa mujizat yang Tuhan Yesus buat dimulai dari hal yang kecil. Para murid memiliki lima roti dan dua ikan, dan melalui itu, dibuat-Nya menjadi berkat bagi ribuan orang.
Bulan Agustus yang kita peringati sebagai bulan kebangsaan, mengingatkan kita sebagai bagian dari Bangsa Indonesia. Meskipun kita hanya beberapa di antara ratusan juta penduduk Indonesia, kita sebenarnya selalu bisa berkontribusi dan berdampak nyata bagi perbaikan dan kebaikan bangsa, dan tentu saja itu bisa dimulai dari hal-hal kecil. Namun pertama-tama, kita harus yakin dahulu bahwa hal kecil yang kita upayakan untuk kebaikan itu dapat berarti dan bermakna bagi hidup bersama. Tanpa keyakinan ini, kebanyakan orang akan menjadi pasif dan pesimis. Kedua, kita tekun melakukannya. Setiap potensi kebaikan dan perbaikan yang diupayakan, jangan hanya dimulai lalu berhenti, tetapi sungguh-sungguh dilakukan dengan giat dan ketekunan. Dalam prosesnya nanti, Tuhan berkenan berkarya dan memberi kuasa-Nya sehingga dari hal-hal kecil berdampak dan berpengaruh besar bagi kebaikan dan perbaikan hidup bersama. Mari jalani panggilan ini dengan ketaatan, ketekunan, dan keyakinan, mujizat Tuhan terjadi ditengah-tengah pelayanan dan karya kita bagi kebaikan dan perbaikan hidup bersama. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Pertanyaan refleksi:
1) Seberapa yakinkah diri kita bahwa hal-hal kecil yang kita upayakan dapat berdampak dan berpengaruh besar bagi kebaikan dan perbaikan hidup bersama?
2) Bagaimana cara kita menjaga ketekunan dan giat kita agar pelayanan, kasih, dan karya kita bagi sesama bisa tetap berlangsung dan bahkan bertumbuh?