LEMBAGA KRISTEN SEBAGAI PENYALUR KASIH

Matius 25 : 31-46

Lembaga Kristen sebagai penyalur kasih (diakonia) adalah organisasi nirlaba, Yayasan, atau gereja yang mewujudkan perintah “Hukum Kasih” melalui pelayanan sosial, kemanusiaan, dan spiritual untuk meringankan beban sesama yang sedang membutuhkan dan meningkatkan kualitas hidup mereka tanpa memandang latar belakang. Bacaan Matius 25:35-40 memberikan pengajaran kepada kita, Sang Raja menjelaskan kepada orang-orang di sebelah kanannya, “Sebab saat saya lapar, kalian memberi saya makan. Saya haus, dan kalian memberi saya minum. Saya datang sebagai orang tak dikenal, dan kalian menerima saya dengan baik hati. Saya tidak berpakaian, dan kalian memberi saya pakaian. Saya jatuh sakit, dan kalian merawat saya. Saya berada di penjara, dan kalian mengunjungi saya.” Ketika mereka, yaitu “orang-orang yang benar” bertanya apa maksud kata-kata Sang Raja, Dia menjawab, “Sejauh kalian melakukannya untuk salah satu saudara yang paling hina ini, kalian telah melakukannya untuk Aku.” Tuhan Yesus menekankan bahwa tindakan kasih bahkan yang paling sederhana dan kepada mereka yang dianggap paling rendah, adalah tindakan melayani-Nya juga, Sang Raja atas segala yang ada. Tindakan kasih kita nyatakan dalam keputusan dan perbuatan kita sehari-hari, juga kita nyatakan dalam kerja bersama melalui lembaga-lembaga Kristen.

Contoh-Contoh Lembaga Kristen :

  1. Lembaga Alkitab Indonesia (LAI): Menyalurkan Alkitab dan bagian Firman Tuhan, terutama ke wilayah terluar dan suku pedalaman dalam berbagai bahasa daerah suku-suku lokal di Indonesia.
  2. Majelis Pendidikan Kristen (MPK): Menaungi dan menyalurkan bantuan ke ribuan sekolah Kristen di Indonesia.
  3. World Vision Indonesia: Lembaga kemanusiaan Kristen yang fokus pada kesejahteraan anak, kesehatan, dan tanggap darurat bencana.
  4. Yayasan Compassion Indonesia : Berfokus pada pembebasan anak dari kemiskinan dalam aspek rohani, sosial, ekonomi, dan fisik..

Masih banyak lagi berbagai contoh lembaga-lembaga Kristen nirlaba yang bergerak di bidang pelayanan kasih yang luas.

Kasih itu mengharuskan orang untuk melepaskan ego dan kepentingan diri dan golongannya sendiri. Orang yang mempunyai kasih kasih adalah tidak iri hati dan tidak mementingkan diri sendiri. Sebagaimana firman Tuhan dalam 1 Korintus 13:4 “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.” Hidup dalam kasih sangat penting karena kasih adalah fondasi yang membawa kedamaian, menghilangkan egoisme, dan menyatukan hubungan antar-manusia. Secara spiritual dan moral, kasih adalah sifat hakiki Sang Pencipta yang memampukan kita untuk hidup bermakna, saling melayani, dan memancarkan kebaikan kepada sesama. Tuhan Yesus memberkati. Amin. Mari kita bagikan: 1) Lembaga dan yayasan Kristen nirlaba apa dan bidang pelayanan apa yang pernah kita ketahui? Apakah ada yang pernah terlibat pelayanan dan kegiatan di dalamnya? 2) Bagaimana mengembangkan pelayanan kasih di lembaga-lembaga Kristen agar tidak hanya sekadar bertahan tetapi juga tetap relevan dengan situasi sekarang untuk menjadi berkat?