Currently browsing category

Renungan, Page 19

Bacaan :   Yohanes 10:1-18

 

Semasa hidupNya Tuhan Yesus dalam pengajaranNya seringkali memakai perumpamaan seperti dalam Yohanes 10 : 1-8 yang dalam bacaan ini diberi judul Gembala Yang Baik.

Perumpamaan di atas ditujukan kepada orang-orang Yahudi yang didalamnya ada orang-orang Farisi dan ahli taurat, yang adalah para pemimpin dan guru di kalangan umat Allah.

Dalam hal ini posisi orang Farisi / ahli Taurat oleh Yesus diibaratkan sebagai seorang gembala. Yesus menyindir mereka seperti gembala upahan, yang tidak bertanggung jawab.

Di sisi lain Yesus memberi gambaran tentang seorang gembala yang baik dan bertanggung jawab, dan itu adalah diriNya (Yesus) sendiri (ayat 11).

Oleh Yesus gembala yang baik, yang bertanggung jawab itu ditunjukkan dalam hal adanya kedekatan/pengenalan antara gembala dan domba (ayat 4-5), serta adanya kesediaan untuk menyelamatkan, bahkan rela berkorban bagi domba-dombanya (ayat 11-15).

Gembala yang baik dan bertanggung jawab serta memiliki kedekatan dengan domba-dombanya inilah yang menjadikan domba-domba merasa nyaman dan tidak takut.

Dari bacaan tersebut ingin tunjukkan bahwa Yesus lah gembala yang baik, yang sanggup memberi ketentraman dan keselamatan bagi domba-domba. Barangsiapa mengharapkan keselamatan dan ketentraman, Yesuslah jalan masuk memperoleh keselamatan dan ketentraman. Itulah sebabnya Yesus mengatakan : “Akulah pintu” (ayat 9).

Melalui tema dan bacaan tersebut kita tahu bahwa setiap orang yang berharap keselamatan dan ketentraman hanya ada dalam Yesus.

Yesus adalah gembala yang baik yang menyelamatkan dan member ketentraman hidup. Didalam Yesus  perasaan dan di jiwa setiap orang percaya dipelihara.

Percaya dan berharaplah kepada Yesus Sang Gembala Sejati. Amin.

Tuhan Adalah Gembala & Pemelihara Jiwa

Bacaan :   Yohanes 10:1-18   Semasa hidupNya Tuhan Yesus dalam pengajaranNya seringkali memakai perumpamaan seperti dalam Yohanes 10 : 1-8 yang dalam bacaan ini diberi judul Gembala Yang Baik. Perumpamaan di atas ditujukan kepada orang-orang Yahudi yang didalamnya ada orang-orang Farisi dan ahli taurat, yang adalah para pemimpin dan …

Dibangkitkan Bersama Kristus

Bacaan : Kolose 3 : 1 – 4   Semua orang percaya adalah orang yang telah mengalami kebangkitan bersama Yesus. Kebangkitan dicontohkan …

Menyambutnya Dengan Wajah Ganda?

Bacaan : Matius 21 : 1-11   Ketika Tuhan Yesus memasuki Yerusalem dengan menunggang keledai, Yerusalem menjadi gempar : Ada yang menghamparkan …

Dihidupkan Oleh KasihNya

Bacaan : Roma 8:6-11   Dari kata dihidupkan oleh kasih Tuhan, berarti ada subyek yang telah mati, sehingga perlu dihidupkan kembali. Subyek …

Bacaan : Yohanes 4 : 23-24

 

Manusia diciptakan oleh Allah sebagai mahluk jasmani dan sekaligus mahluk rohani, karena manusia terdiri dari tubuh dan roh.

Dalam tubuh manusia diperlengkapi akal dan pikiran, sehingga manusia mampu mengenal dan sekaligus memahami kehendak penciptanya.

Kemampuan mengenal kehendak Sang Pencipta ini membantu manusia memelihara hidup dan kesalamatan anugerah Sang Pencipta.

Supaya dirinya tetap hidup dalam anugerah keselamatan dari Allah ini maka manusia harus taat berbakti kepada Allah. Itulah sebabnya manusia harus beribadah kepada Allah.

Peribadatan yang dikehendaki Allah yaitu manusia menyembah harus dengan sungguh-sungguh tidak ada kepura-puraan atau kemunafikan dalam kebenaran. Dasar kebenaran adalah firman Allah yang sejati.

Lalu bagaimana yang dimaksud dengan menyembah dalam Roh dan kebenaran?

 

Ada 3 hal yang perlu diperhatikan.

  1. Dalam berbakti yang benar perhatian yang harus kita tuju adalah Allah, sebab Allah saja yang patut kita sembah.
  2. Dalam berbakti, bukan saja kita membawa tubuh kita untuk hadir, tetapi kesungguhan kita untuk berbakti.
  3. Dalam berbakti yang benar sesuai dengan keinginan dan firman Allah.

 

Oleh karena itu Allah telah menyatakan bahwa Roh kebenaran akan memimpin kita dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Menyembah Dalam Roh & Kebenaran

Bacaan : Yohanes 4 : 23-24   Manusia diciptakan oleh Allah sebagai mahluk jasmani dan sekaligus mahluk rohani, karena manusia terdiri dari …

Allah Mengasihi Dunia

Mazmur 121 Referensi: Roma 4:1-5 & 13-17 ; Kejadian 12:1-4a ; Yohanes 3:1-17   Dengan bacaan di atas dengan perikop Tuhan Penjaga …

Jika Engkau Anak Allah

Bacaan : Matius 4 : 1-11   Sebuah ungkapan mengatakan “semakin tinggi pohon, semakin besar goncangan angin menerpanya, semakin tinggi kedudukan dan …

Keluar Dari Gelap Menuju Terang

Bacaan: Yesaya 52 : 7-10;  Mazmur  98;  Ibrani 1 : 1-12;  Yohanes 1 : 1-14   Natal telah tiba….. Istilah Natal bukan …

Berani Hidup Dalam Penyertaan TUHAN

Lukas 1 : 57-66 Masa depan kita diibaratkan seperti kanvas kosong, menunggu kita untuk mulai melukisnya. Lukisan yang kita buat hanya dibatasi …