IMAN YANG LENTUR TAK AKAN GUGUR

Kisah Para Rasul 17:22-31 | Mazmur 66:8-20 | 1 Petrus 3:13-22 | Yohanes 14:15-21

Tema ini begitu dalam, mirip dengan pohon bambu ketika angin kencang datang, pohon ini dapat melengkung tetapi tidak patah dikarenakan memiliki akar yang begitu kuat dan batang yang liat atau lentur. Begitu pula dengan kita seharusnya memiliki iman yang lentur tetapi bukan berarti iman yang kompromi, dan merupakan iman yang resilient atau tahan banting karena memiliki akar yang kuat.

Seperti Rasul Paulus yang dalam Kisah Para Rasul 17:22-32 ketika mengabarkan Injil Tuhan dengan kontekstual, Paulus memulai dari yang mereka cari yakni ”kepada Allah yang tidak dikenal” (Agnosto Theo) sehingga kemudian dapat mengabarkan tentang salib dan bahwa Allah tidak jauh. Allah yang disampaikan oleh Paulus adalah Allah yang dekat dan mengenal pribadi setiap orang.

Dalam Mazmur 60:8-20 pemazmur memberikan pengajaran kepada kita supaya kaki kita tidak goyah, yaitu dengan cara memiliki iman yang lentur yaitu iman yang mau dimurnikan terus menerus seperti orang memurnikan perak. Perak dimurnikan dengan suhu dan waktu yang sudah diatur sedemikian rupa. Akhirnya pemazmur dapat merasakan kasih setia Tuhan dalam pemurnian yang tidak membinasakan.

Rasul Petrus dalam 1 Petrus 3:13-22 memberikan pemahaman iman yang lentur yaitu ketika kita difitnah tidak kaku ”harus membela diri” melainkan memberikan jawaban yang lemah lembut. Keadaan ”tak akan gugur” terjadi karena memiliki akar yang kuat bahwa kita percaya dan hidup benar, seperti Kristus juga difitnah dan mati di atas kayu salib tetapi akhirnya tetap memproklamasikan kemenanganNya melalui kebangkitanNya. Oleh sebab itu kelenturan kita dikarenakan pengetahuan bahwa akhir cerita kita adalah di pihak yang menang bersama Kristus. Sedangkan dalam Yohanes 14:15-21 Yesus mengingatkan bahwa kita tidak akan menjadi yatim piatu tetapi kita diangkat menjadi anak Tuhan untuk menikmati warisan Kerajaan Surga dengan menuruti perintah Tuhan.

Akhirnya memiliki iman yang lentur adalah iman yang dapat berkontekstual tanpa kompromi, mau dimurnikan, dan meskipun ketika difitnah kita tetap menjawab dengan lembut tanpa membalas sehingga kita tak akan gugur karena memiliki akar yang kuat dan bertumbuh iman di dalam salib Yesus. Kita memiliki pengetahuan bahwa di akhir cerita, kitalah di pihak yang menang dan mendapat jaminan menjadi anak Tuhan yang tidak dibiarkan seperti yatim piatu. Selamat menikmati perjalanan iman yang tak pernah menggugurkan kita. Amin. Pertanyaan refleksi bagi kita: 1) Jika kita masih memiliki iman yang kaku, bagaimana kita melatih diri kita agar memiliki iman yang lentur dan tidak akan gugur? 2) Dalam situasi seperti apa kelenturan iman bekerja sehingga kita tertolong untuk menyikapi situasi dengan tepat dengan tetap berpegang pada hal-hal pokok iman Kristen?