Currently browsing category

Renungan, Page 29

Bacaan : Markus 1 : 21-28

Meskipun tulisan Markus hanya menceritakan sedikit ajaran Yesus, namun banyak tekanan diberikan tentang pelayanan dan pengajaranNya. Didalam bacaan ini diceritakan tentang penyembuhan seorang yang kerasukan roh jahat ketika Tuhan Yesus sedang mengajar di rumah ibadat.

Rumah ibadat (Yunani Synagoge) berarti pertemuan bersama atau suatu sidang, tetapi sering dikenal pada gedung tempat jemaat bertemu. Kebaktian dilakukan tiap hari sabat yang bersifat memberi pengajaran, tetapi juga ada majelis pengadilan yang dapat menjatuhkan hukuman. Di dalam kegiatan pengajaran/kebaktian, juga ditentukan petugas-petugas untuk membaca dan menerangkan Alkitab. Di Kapernaum Tuhan Yesus banyak mendapat kesempatan mengajar, karena cara mengajar yang berwibawa dan ajaran yang diberikan sangat berbeda dengan para guru Yahudi, sehingga banyak yang mengundangNya untuk mengajar dimana Yesus berada.

Suatu saat ketika Tuhan Yesus sedang mengajar di rumah ibadat, terdengarlah jeritan seorang yang kerasukan roh jahat. Roh jahat itu sangat mengetahui akan pelayanan mesianis Yesus dan menyadari bahwa mereka sekarang berhadapan dengan penakluk mereka. Kemudian Tuhan Yesus menghardik roh jahat itu agar keluar dari orang itu, dan keluarlah roh jahat dari dalam orang itu setelah menggoncang-goncangkan tubuhnya tanpa menyakitinya. Tanpa menjamah, cukup dengan firmanNya orang yang kerasukan roh jahat menjadi sembuh (sebagai wujud kasih Allah). Mereka yang melihat kejadian itu sangat takjub dan memperbincangkan diantara mereka, maka tersebarlah kemahsyuran Yesus di seluruh penjuru di Galilea.

Dari uraian di atas, pelajaran apakah yang dapat kita ambil yang berhubungan dengan tema minggu ini: “memberitakan dan menyatakan kasih Allah?”

Marilah kita pusatkan konsentrasi kita pada pelayanan Tuhan Yesus di Kapernaum, antara lain:

  1. Memberikan pengajaran/mengajar = memberitakan

  2. Menyembuhkan (wujud kasih Allah)

Nah itulah yang menjadi tugas tanggung jawab kita sebagai anak Tuhan untuk melakukannya kepada sesama (orang lain). Mampukah kita?  O, tentu mampu asalkan mau belajar terus untuk memahami Firman Tuhan dan mohon pertolonganNya dalam doa.

Marilah kita mulai belajar untuk melakukan tugas / tanggung jawab tersebut dengan memperhatikan sesama kita / saudara-saudara kita yang menderita di beberapa daerah bencana dan membutuhkan bantuan doa dan dana / sarana lain.

Didalam warta gereja telah diinformasikan untuk bencana tanah longsor di Banjarnegara membutuhkan bantuan dana melalui gereja/klasis/sinode. Kita tidak perlu bertatap muka kesana, cukup kita berikan sebagian harta milik kita kepada mereka. Kiranya Roh Kudus memampukan kita untuk melakukan kehendakNya: “Memberitakan dan Menyatakan Kasih Allah”. Amin.

Memberitakan & Menyatakan Kasih Allah

Bacaan : Markus 1 : 21-28 Meskipun tulisan Markus hanya menceritakan sedikit ajaran Yesus, namun banyak tekanan diberikan tentang pelayanan dan pengajaranNya. Didalam bacaan ini diceritakan tentang penyembuhan seorang yang kerasukan roh jahat ketika Tuhan Yesus sedang mengajar di rumah ibadat. Rumah ibadat (Yunani Synagoge) berarti pertemuan bersama atau suatu …

Bacaan : Markus 1 : 29-34

 

Ada beberapa peristiwa dalam kehidupan Yesus, termasuk beberapa pengajaran dan mujizat penting yang dilakukan saat Yesus berada di rumah-rumah atau dipicu oleh peristiwa-peristiwa dalam rumah. Ya rumah, bukan gelanggang yang menjadi perhatian publik.

 

Bacaan kita Markus 1:29-34 menunjukkan setelah melayani di rumah ibadah pada hari sabat, Yesus pergi ke rumah Simon dan Andreas. Menariknya, dari kunjungan itu setidaknya ada dua peristiwa yang dicatat. Pertama, Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus (ayat 31), kedua, Yesus menyembuhkan berbagai penyakit yang diderita banyak orang. PelayananNya, selain menyentuh keluarga Simon dan Andreas, juga menyentuh kehidupan banyak orang yang datang.

 

Dalam pelayananNya, Yesus juga melayani di rumah-rumah berbagai kalangan, termasuk dalam keluarga kita. Kalau kita mau membuka hati dan menerima Yesus, pasti kita juga akan menerima kasih Allah yang tak pernah berkesudahan itu sampai akhir.

 

Tuhan memberkati.

Kasih Allah Tak Berkesudahan

Bacaan : Markus 1 : 29-34   Ada beberapa peristiwa dalam kehidupan Yesus, termasuk beberapa pengajaran dan mujizat penting yang dilakukan saat …

Bacaan: I Korintus 6 : 12-20

 

Tubuh kita terdiri dari kepala, mata, hidung, telinga, mulut, tangan dan kaki. Masing-masing mempunyai tugas dan fungsi sendiri-sendiri. Ketika salah satu anggota tubuh kita sakit / tidak berfungsi, maka akan mengganggu tugas atau kegiatan kita, bahkan kita sampai tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Agar kita bisa beraktivitas seperti semula maka anggota tubuh yang sakit harus diobati agar sembuh. Ketika tubuh kita sudah sembuh, maka kita dapat menggerakkan anggota tubuh kita untuk melakukan kegiatan guna mencapai tujuan.

 

Demikian juga kita sebagai anggota Kristus, Tuhan tidak akan membiarkan kita jatuh dalam dosa. Tuhan akan membangkitkan kita oleh kuasaNya (1 Kor 6 :14-15).

Kita akan dibentuk dan dipakai Tuhan agar tidak berbuat dosa lagi. Kita akan terikat pada Tuhan, sehingga apa yang kita perbuat dan kita lakukan hanyalah kebenaran semata.

1 Korintus 6:17 mengatakan bahwa :

“Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan menjadi satu roh dengan Dia”

Kemudian Tuhan akan memakai dan membentuk kita agar kita jauh dari perbuatan dosa (1 Kor 6:18).

Apabila setiap detik, setiap jengkal melakukan kegiatan dan perbuatan yang benar menurut kehendak Allah, maka kita akan menjadi bait Roh Kudus yang selalu memancarkan perintah dan kasih Allah (1 Kor 6:19).

Dengan demikian karya Tuhan yang menebus dosa manusia dan mau mengembalikan manusia ke arah jalan yang benar telah lunas dibayar. Apa yang diperbuat dan apa yang dilakukan hanyalah untuk kemuliaan Allah (1 Kor 6:20).

 

Bagaimanakah dengan kita?

Bersedia dan siapkah kita dibentuk dan dipakai Tuhan dalam kasih-Nya?

Allah Membentuk & Memakai Manusia Dalam Kasih-Nya

Bacaan: I Korintus 6 : 12-20   Tubuh kita terdiri dari kepala, mata, hidung, telinga, mulut, tangan dan kaki. Masing-masing mempunyai tugas dan …

Bacaan: Markus 1 : 4-11
Sesuai dengan tema, kita diajak untuk merenungkan sikap Allah dalam mengasihi dan berkenan kepada manusia yang telah berdosa.

Pada Kamus Besar Indonesia kata berkenan/kenan berisi pengertian merasa senang, suka, sudi, setuju dan sebagai kata penghormatan bagi orang besar.

Dari Yohanes 3:16 dinyatakan bahwa kasih Allah kepada semua manusia sedemikian besar sehingga dikaruniakan anakNya ke dunia dan mati agar setiap orang yang percaya kepadaNya diselamatkan dari hukuman dosa.

Dari bacaan ayat 11 ketika Yesus dibaptiskan Allah mengatakan bahwa Yesus adalah anakNya yang dikasihi dan Allah berkenan kepadaNya. Sebagai pembanding dari Roma 5:17 bahwa tak ada manusia yang berkenan dihadapan Allah karena semua manusia telah berdosa. Juga dari Kisah Para Rasul 10:35 dinyatakan bahwa bukan karena orang Yahudi atau telah bersunat yang membuat Allah berkenan kepadaNya. Masih banyak ayat-ayat lain dari Al Kitab yang menegaskan bahwa tak ada manusia dalam segala keberadaan dan upaya perbuatannya yang berkenan dihadapan Allah.

Karena itu dapat kita simpulkan bahwa Allah mengasihi semua orang dan manusia yang berdosa hanya berkenan dihadapanNya karena percaya kepada Yesus untuk mendapatkan keselamatan.

Berkaitan dengan ini, dari ayat 7 ditunjukkan suatu sikap yang tepat oleh Yohanes Pembaptis yang menyatakan bahwa dihadapan Yesus ia membungkuk dan membuka tali kasutNyapun tidak layak, suatu sikap rendah hati dari seorang utusan Allah.

Allah Mengasihi & Berkenan Kepada Manusia

Bacaan: Markus 1 : 4-11 Sesuai dengan tema, kita diajak untuk merenungkan sikap Allah dalam mengasihi dan berkenan kepada manusia yang telah …

Lukas 2 : 22-40
Adakah diantara saudara yang suka menunggu? Menunggu bagi kebanyakan orang tidak enak. Belum lama ini saya menunggu di telkom. Ternyata antriannya panjang sekali, ada lebih dari 5 orang di depan saya. Dibutuhkan waktu satu jam lebih sebelum saya bisa sampai customer service. Harus saya akui, menunggu terasa tidak menyenangkan.

Itu baru satu jam. Bagaimana kalau kita harus menunggu bertahun-tahun untuk satu janji? Pembacaan Injil kita hari ini mengantar kita bertemu dengan Simeon, seorang Israel yang setia menantikan janji Allah tentang datangnya seorang Mesias. Simeon telah menerima janji dari Roh Kudus sendiri bahwa ia tidak akan mati sampai ia berjumpa dengan Mesias yang dijanjikan Allah.

Di dalam Injil Lukas tidak secara spesifik menyebutkan berapa lama Simeon sudah menunggu dan berapa usianya saat itu. Tahun-tahun penantian akan Mesias itu tidak membuat Simeon menjadi orang yang melupakan janjiNya. Ia malah bertumbuh menjadi orang yang sangat dekat dengan Tuhan.

Dari Simeon, kita melihat bahwa janji dan firman Allah digenapi. Tugas kita saat penantian itu adalah tetap setia, tetap hidup benar, saleh dan dengar-dengaran perkataan Roh Kudus. Percayalah bahwa “Ia yang menjanjikannya setia” (Ibr 10:23). Adakah kita juga membiarkan Roh Kudus menuntun kehidupan kita saat menanti penggenapan janji dan firman Allah?

Allah tidak harus segera menggenapi janjiNya. Ia punya waktu sendiri. Kitalah yang harus menyesuaikan diri dengan waktu Allah. Allah akan mengerjakan apa yang menjadi bagianNya. Jelaslah, bahwa Tuhan Yesus adalah Juruselamat bukan hanya bagi umat Israel, tetapi juga  bagi segala bangsa. Kesaksian Hana kepada semua orang tentang bayi ini semakin memperkuat fakta kita tidak berhadapan dengan bayi biasa-biasa saja. Dia sungguh adalah Mesias yang dinantikan itu.

Akan tetapi, iman kita yang kecil juga mempunyai persamaan juga dengan iman mereka yang besar. Simeon, Hana, saya dan saudara semua tak pernah melihat Yesus disalibkan, dikuburkan lalu dibangkitkan. Namun dengan iman kita semua percaya Ia adalah Mesias. Kita semua di sini juga adalah pewaris iman dari sinar kasih Tuhan  “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yoh 20:29).

Kiranya kita menjadi umat yang semakin yakin akan kegenapan janji Allah, semakin beriman pada Mesias yang sudah datang dan semakin rajin mengabarkan kedatangan Mesias kepada dunia ini. Pelajaran ini menjadi bekal kita dalam menghayati masa Natal. Sukacita Natal mendorong kita semua melakukan  demi kemuliaan Allah Bapa melalui PutraNya, Yesus Kristus dalam persekutuan dengan Roh Kudus.

Pancaran Sinar Kasih Tuhan Yang Menyelamatkan

Lukas 2 : 22-40 Adakah diantara saudara yang suka menunggu? Menunggu bagi kebanyakan orang tidak enak. Belum lama ini saya menunggu di …

 

Lukas 1 : 26-38
Kandungan adalah salah satu organ tubuh wanita yang berfungsi sebagai tempat pertumbuhan janin yang terjadi karena pertemuan antara sperma dan sel telur, dan Tuhan berkehendak pertumbuhan janin tersebut menjadi seorang bayi yang akan dilahirkan setelah berumur 9 bulan 10 hari.

Dalam bahasa Ibrani kandungan atau rahim disebut rekham atau rokhan yaitu  tempat atau permulaan hidup (Ayub 1:21) atau asal-usul sesuatu (Ayub 38:29). Pembentukan bayi dalam kandungan merupakan tindakan atau pemeliharaan Allah secara langsung (Ayub 31:15).

Maria seoran perawan yang mendapat kasih karunia Allah, yang kandungannya dipakai oleh Tuhan Allah, sebagai pertumbuhan dari Roh Allah, yang melahirkan Sang Penyelamat dunia yang dinamai Yesus (Lukas 1:21). Bagi manusia apa yang dialami Maria adalah suatu hal yang mustahil karena Maria belum bersuami, tetapi bagi Allah tidak ada yang mustahil (Lukas 1:37).

Maria menyadari sebagai seorang hamba Tuhan  dengan kerendahan hatinya dan ketaatannya kepada Allah, maka Maria membuka dirinya. Rahimnya dipakai sebagai alat oleh Allah untuk karyaNya yang besar, karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan anakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16).

Saat ini kita memasuki minggu keempat masa adven Natal 2014, masa penantian akan kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua, dalam penantian ini marilah kita persiapkan diri kita dengan membuka hati dan pikiran kita dengan tuntunan Roh Kudus, agar hidup kita berkenan kepada Tuhan dan layak dipakai  sebagai alat oleh Tuhan untuk pekerjaanNya dalam menyelamatkan umatNya di dunia ini, kita kabarkan berita sukacita dan keselamatan yang nyata dimana saja kita berada, di keluarga, di kantor, dan di masyarakat.

Bersediakah, bersiapkah, dan sanggupkah kita, bila tubuh kita dipakai oleh Tuhan sebagai alatNya untuk pekerjaan Tuhan? Tuhan memberkati. Amin.

Baiklah Rahimku Menjadi Alat PekerjaanMu, Tuhan

  Lukas 1 : 26-38 Kandungan adalah salah satu organ tubuh wanita yang berfungsi sebagai tempat pertumbuhan janin yang terjadi karena pertemuan …

Yohanes 1 : 6-8, 19-28

Dalam minggu adven yang ke-3 ini kita masih menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua. Karena dengan kedatanganNya akan memberikan pengharapan yang percaya kepadaNya.

 

Dalam Yohanes 1:6-8, Yohanes memberikan kesaksian tentang siapa Yesus Kristus. Yohanes tidak berbohong ketika ditanya orang-orang Lewi tentang dirinya sendiri (Yoh 1:23) bahwa dialah orang yang pernah dinubuatkan oleh nabi Yesaya (Yesaya 40:3) yaitu orang berseru-seru di padang gurun, luruskanlah jalan bagi Tuhan. Dan ia pun memberikan siapa orang yang datang kemudian setelah Yohanes (Yoh 1:29B) “Lihatlah Anak domba Allah yang telah menghapus dosa Dunia”

 

Ini adalah kabar baik yang harus didengar semua orang karena kita sendiri tidak dapat menghapus dosa kita dengan perbuatan baik/amal kita. Kita yang disebut orang percaya disamakan dengan Yohanes Pembaptis yang mempersiapkan jalan kedatangan Yesus yang kedua. Seperti pujian “Ratakan tanah bergelombang, timbunlah tanah yang berlubang, menjadi siap dibangun diatas dasar iman”. Artinya kehidupan kita siap diratakan ketika bergelombang, siap ditimbun ketika berlubang dan siap dibangun diatas dasar iman kita kepada Kristus, sehingga orang lain yang melihat hidup kita menjadi percaya pada Kristus. Itulah yang dikehendaki Tuhan atas hidup kita. Amin.

Kabar Baik Bagi Semua Orang

Yohanes 1 : 6-8, 19-28 Dalam minggu adven yang ke-3 ini kita masih menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua. Karena dengan kedatanganNya …

Markus 1 : 1-8
Umat Allah dengan Allah, sejak perjanjian lama (Bangsa Israel)  sampai dengan sekarang (Gereja) sering digambarkan bagaikan seorang gembala dengan ternak gembalaanNya (domba).

Allah sebagai gembala senantiasa menuntun dan membawa domba-dombaNya ke tempat yang menyenangkan serta senantiasa menjaga keselamatan mereka.

Israel sebagai domba dan umat kepunyaanNya senantiasa hidup jatuh dan bangun, taat dan memberontak. Meskipun umat senantiasa memberontak dan hidup menderita karena ketidak setiaannya, namun Allah tetap setia. Allah senantiasa menolong dan menyelamatkannya.

Melalui nabi-nabi dan orang-orang pilihanNya Allah senantiasa memelihara serta menolongnya. Namun demikian hal ini perlu respon atau tanggapan dari umat untuk siap sedia ditolong dan diselamatkan oleh Allah.

Kehadiran Kristus ke dunia sebagai Juruselamat menjadi wujud kesetiaan Allah sebagai gembala yang bermaksud menolong dan menyelamatkan umatNya. Kehadiran Kristus yang menyelamatkan menuntut respond an sikap umat untuk menyambutNya.

Dalam hal ini Allah mengutus Yohanes pembaptis untuk mempersiapkan umat menyambut kesetiaan Allah yang hadir dalam Yesus Sang Juruselamat.

Allah yang setia yang hendak menyelamatkan umatNya, memberi kesempatan kepada umat untuk menerima kesetiaanNya itu dengan berbalik kepadaNya. Oleh karena itu Yohanes Pembaptis menyerukan “Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskan jalan bagiNya. Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis, dan Allah akan mengampuni dosamu (Markus 1: 3-4)

Kristus datang sebagai wujud kesetiaan Allah kepada umatNya yang sedang jatuh bangun dan tidak setia.

Kita adalah domba-domba, umat kepunyaan Allah yang juga sering jatuh bangun dan tidak setia.

Melalui seruan Yohanes Pembaptis kita dipanggil dan diajak untuk menyambut kasih setia Allah yang adalah gembala kita.

Sudah siapkah kita menyambut kesetiaanNya ?

Tuhan Setia Menggembala

Markus 1 : 1-8 Umat Allah dengan Allah, sejak perjanjian lama (Bangsa Israel)  sampai dengan sekarang (Gereja) sering digambarkan bagaikan seorang gembala …

Markus 13 : 24-37
Jika menanti seseorang yang dikasihi akan datang, pastilah kita mempersiapkan segala sesuatu dengan suka cita, tanpa lelah dan penuh pengharapan. Apalagi yang akan datang adalah seorang Raja di atas segala Raja, yaitu Tuhan Yesus yang menyelamatkan dunia.

 

Dalam Markus 13:24-37, Yesus mengajarkan kedatangan Anak Manusia adalah sesuatu yang menjadi pengharapan dan dinantikan, akan tetapi penentuan waktunya tidak seorangpun yang tahu, hanya Allah Bapa yang tahu. Kemudian yang menjadi pertanyaan, apa yang harus kita persiapkan untuk menyambut hari itu?

 

Tuhan Yesus berulang-ulang berkata, “Hati-hatilah, dan berjaga-jagalah!”. Tuhan Yesus mengulangnya tiga kali berturut-turut!  Bagaimana caranya berjaga-jaga? Dengan tekun berdoa (Lk 21:36, Ef 6.18) sambil bersyukur (Kol 4:2), tetap teguh mempertahankan iman (1 Kor 16:13), berhati-hati (Mk 13:33), dengan sadar dan penuh penguasaan diri (1Tes 5:6, 1Pt 4:7). Apakah ini mudah? Tentu tidak, karena kedagingan kita yang lemah.

 

Masa Advent merupakan masa yang tepat untuk mengembangkan kehidupan rohani kita dengan bersikap waspada dan berjaga-jaga. Dan  marilah kita berdoa agar Allah memberkati dan meneguhkan hati kita dalam penantian kita dengan tetap berkarya, mengasihi dan melakukan firman-Nya. Dan jangan sampai jika Sang Raja datang kita didapatiNya sedang tidur dan tidak berbuat apa-apa, akan tetapi kita tetap berjaga-jaga seperti yang diperintahkan-Nya. Amin.

Sang Raja Akan Datang

Markus 13 : 24-37 Jika menanti seseorang yang dikasihi akan datang, pastilah kita mempersiapkan segala sesuatu dengan suka cita, tanpa lelah dan …