DARI BUTA MENJADI MELIHAT

Yohanes 9:1-41

Hukum sebab akibat bisa menjadi cara bagi orang untuk mengaitkan perbuatan yang dilakukan dengan hasilnya, atau yang sering kita dengar dengan istilah “tabur-tuai.” Pemahaman seperti itu terlihat juga dalam pikiran para murid Yesus. Mereka mempertanyakan siapa yang bersalah saat mereka melihat pengemis yang buta sejak lahir itu. Yesus memberi penjelasan bahwa terkadang Allah mengizinkan keadaan seperti itu agar pekerjaan-Nya dinyatakan. Pernyataan itu dibarengi dengan belas kasih Yesus yang menyembuhkan pengemis buta tersebut. Sebagaimana diri-Nya adalah Terang dunia, Yesus memberikan terang kepadanya.

Berita pemulihan itu direspons beragam, ada yang menerima, dan ada juga yang menolak. Sekalipun penyembuhan itu merupakan perbuatan baik, namun bagi orang Farisi menjadi pelanggaran karena dilakukan pada hari Sabat. Mereka memahami hukum keempat dari Hukum Taurat sebagai larangan untuk orang melakukan pekerjaan apa pun, termasuk menyembuhkan orang sakit. Orang Farisi secara fisik tidak buta, tetapi mata batinnya buta. Mereka dibutakan oleh keegoisannya. Sedangkan pertemuan Yesus dengan pengemis buta itu menjadi awal pembaharuan hidupnya. Dia dengan berani bersaksi dan mengakui siapa dirinya, “Benar, akulah itu … Satu hal aku tahu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat.” Dia menjadi percaya dan mengikut Yesus.

Pemulihan yang dilakukan Yesus menjadi ajakan bagi kita supaya mau hidup dalam terang. Di dalam terang kita dapat melihat sekitar kita dan dapat “menyampaikan kebenaran dalam kasih”. Apakah saudara-saudari tahu apa yang sedang dihadapi di sekitar kita? Kerusakan alam, krisis sampah, polusi udara, air, dan tanah, dan masih banyak masalah lingkungan yang terjadi dan terus didengungkan di media sosial. Janganlah kita diam seolah-olah tidak melihat, tidak mengalami, atau karena merasa bukan bidangnya dan sudah ada orang lain yang menangani. Kepedulian terhadap keberlangsungan alam merupakan tanggung jawab bersama. Kita bisa mulai dari diri sendiri dengan melakukan sesuatu perubahan meskipun itu hal yang sangat sederhana, seperti menggunakan sesuatu yang ramah lingkungan, menjaga kebersihan rumah atau tempat kerja, dan lain-lain.

Marilah melalui pemulihan yang Yesus berikan, kita menjadi lebih mampu untuk melihat sekitar. Kita semakin peduli dengan sesama dan semakin peduli dengan kondisi alam lingkungan sekitar kita. Kita jangan hanya memikirkan diri sendiri, tetapi menjadi lebih peduli dan ikut aktif dalam penanganan lingkungan. Tuhan Yesus memberkati.