DITEBAR dan BERSINAR

Matius 5:13-20

Seringkali masyarakat sekadar memperhatikan dan menyukai hal-hal yang tampak luarnya saja, sehingga memancing pihak-pihak tertentu untuk melakukan pencitraan. Namun sayangnya upaya pencitraan ini sejatinya palsu, karena banyak orang atau pihak ingin terlihat dan terkesan populer, keren, berjasa, atau dihormati padahal realitanya sangat kurang dalam memberikan dampak baik yang nyata bagi orang lain apalagi terkait tugas dan tanggung jawabnya. Oleh karena itu baik masyarakat atau pihak-pihak yang menyukai pencitraan harus menyadari bahwa yang penting bukanlah penampilan atau tampak luar, melainkan apa dampak baik yang dihadirkan bagi orang lain terus menerus.

Tuhan Yesus mengajarkan bahwa pengikut-Nya adalah garam dan terang dunia. Sekali lagi, “adalah” garam dan terang dunia, dan bukan “akan menjadi” garam dan terang dunia, yang menegaskan identitas sejati dari pengikut Kristus. Bisa kita sebutkan masing-masing betapa luasnya fungsi garam, dari yang sedikit, bisa menyedapkan berbagai masakan, menjadi larutan oralit yang menolong, dan membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh manusia. Garam yang banyak digunakan untuk mengawetkan makanan, bahkan hingga bisa menjadi pembangkit listrik tenaga garam. Kita pun dapat menyebutkan betapa banyaknya kegunaan cahaya tidak hanya bagi manusia melainkan bagi seluruh makhluk hidup. Maka kita ditolong untuk memahami maksud Tuhan Yesus agar kita murid-murid-Nya memberikan dampak baik dan positif yang nyata bagi sesama, tidak hanya sesekali, melainkan terus menerus kita wujudkan, baik itu berupa tindakan maupun perkataan kecil dan sederhana, maupun tindakan besar. Kita pun juga tidak perlu mengharapkan citra baik atau pujian dari orang lain dengan memberi dampak baik dan positif bagi sesama. Orang lain akan melihat perbuatan baik kita, bukan untuk memuji kita, namun agar Allah Bapa dimuliakan melalui perbuatan kita. Bagaimana cara agar kita bisa menjaga kualitas hidup yang baik agar dapat terus menerus memberi dampak baik bagi orang lain?

Tuhan Yesus ingin agar kita terus belajar firman dan kehendak-Nya. Tuhan Yesus menempatkan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi sebagai “standar minimal” bagi murid-murid-Nya. Kelompok-kelompok itu begitu gemar belajar Kitab Suci dan mencari tahu kehendak Allah, namun mereka hampir tidak memberi dampak baik bagi orang lain, apalagi melakukan kehendak Allah dengan tulus. Mereka hanya sekadar hidup saleh agar terlihat baik alias pencitraan palsu. Maka kita pun harus meningkatkan standar moral hidup orang Kristen, yang tidak berhenti pada terus belajar firman dan kehendak Tuhan, tetapi juga mengajarkannya dan terlebih lagi menghadirkan dampak baik dan positif bagi sesama kita.

Mari kita renungkan lebih lanjut lagi:

1) Bagaimana cara kita memastikan diri agar sesering mungkin (kalau tidak bisa selalu) memberi dampak baik dan positif bagi sesama?

2) Bagiamana cara kita menyikapi maksud baik kita yang bisa jadi direspons dengan negatif oleh orang lain? Kita adalah garam yang ditebar bagi dunia, dan terang yang bersinar bagi dunia. Tuhan memberkati. Amin.