KELAHIRAN YESUS MEMBAWA KEHIDUPAN

Efesus 1: 3 – 14  |  Yohanes 1: 10 – 18

Selamat memasuki tahun baru 2026. Di awal tahun ini, kita masih menghayati makna Natal yakni kelahiran Tuhan Yesus. Setiap tahun pada tanggal 6 Januari diperingati sebagai Hari Epifani sekaligus Teofani (artinya: Penampakan Tuhan), menunjuk pada peristiwa kelahiran Tuhan Yesus di dunia yang sekaligus merupakan peristiwa Allah yang hadir dan menampakkan Diri-Nya di dalam dan melalui Tuhan Yesus Kristus. Pembukaan Injil Yohanes memberikan kebenaran kepada kita tentang Kristus. Dunia dijadikan oleh dan didalam Dia, namun dunia ini tidak mengenal dan menolak-Nya. Namun, mereka yang percaya menjadi anak-anak Allah dan menerima anugerah. Anugerah dari Allah menghadirkan kasih bagi kehidupan kita anak-anak-Nya dan memberi kita hidup kekal.

Hal-hal serupa juga diungkapkan Rasul Paulus dalam awalan suratnya kepada Jemaat Efesus. Bahwa anugerah Allah melalui dan didalam Kristus menunjukkan kemuliaan-Nya yang agung, dan kita memuji dan memuliakan Allah karena anugerah dan kasih-Nya bagi kita. Dengan menerima dan percaya melalui pemberitaan Injil, orang-orang percaya dimeteraikan dan ditolong oleh Roh Kudus sampai kita memperoleh seluruh anugerah Allah itu kelak. Dengan mengingat betapa besar kuasa dan karya-Nya ini, kita bawa semangat iman dalam hidup kita sehari-hari.

Menapaki tahun yang baru seringkali menjadi momen refleksi bagi kita. Kita mengingat peristiwa yang telah lalu, dan mengharapkan hal-hal yang lebih baik di masa depan. Bagaimana cara kita melibatkan Tuhan dalam setiap harapan dan rencana kita? Bagaimana kita tahu pengharapan kita itu nyata dan tidak sia-sia? Tentu saja karena kita telah mendapat anugerah dari Allah yakni kasih-Nya melalui Tuhan Yesus Kristus. Allah hadir menyertai kita setiap waktu, memberikan berkat-Nya yang memelihara hidup kita baik jasmani maupun rohani. Kita pun dibimbing oleh Roh Kudus agar dapat terus belajar firman-Nya dan memperoleh hikmat untuk hidup taat dan setia kepada Tuhan. Tuhan memberkati. Amin.