MENGIKUT KRISTUS YANG BANGKIT, IKUT DALAM KARYA PEMULIHAN ALLAH

1 Petrus 1: 3 – 9  | Yohanes 20:19–31

Kekristenan dibangun di atas pribadi dan karya Kristus. Pribadi Kristus yang Dwi Natur, Allah sepenuhnya dan manusia sepenuhnya tidak mungkin terlepas dari karya-Nya. Dan di dalam karya-Nya dari inkarnasi, mati, bangkit, naik ke surga, dan di atas tahta Dia mencurahkan Roh Kudus, ini menjadi suatu pekerjaan mata rantai yang kokoh untuk keselamatan kita yang tidak mungkin bisa dilepaskan satu dengan yang lain. Di antara karya Kristus, maka Alkitab dan rasul-rasul, mengajarkan bahwa kematian dan kebangkitan Kristus adalah fokus iman kita.

Fokus ini selalu memberikan petunjuk arah kehidupan kepada kita, sekalipun kita harus mengalami pergumulan, perjuangan, dan penderitaan. Ada banyak cobaan melanda hidup manusia, tak terkecuali orang-orang percaya. Cobaan ini bisa saja menjatuhkan hidup orang. Akan tetapi sebagaimana fokus iman kita telah diteguhkan oleh Kristus, maka kita telah memiliki pegangan yang kuat dan kekal. Karya Allah Bapa di dalam Tuhan Yesus Kristus menghadirkan kehidupan baru bagi umat manusia. Hidup baru itu selalu terjadi sepanjang Allah berkarya.

Hidup baru menjadi bagian dari pengalaman iman yang dinamis. Hidup baru yang kita alami misalnya kita menjadi lebih teguh iman, lebih berbesar hati, lebih sabar, dan bertekun dalam menghadapi tantangan, cobaan, dan pergumulan hidup. Kita pun juga mengalami hidup baru ketika sepanjang hidup kita, kita belajar untuk mengasihi dan melayani orang-orang yang kita jumpai dalam berbagai situasi dan kondisi. Di situ kita dituntut untuk mengerti dan memahami orang lain dan situasi kondisi yang terjadi, sehingga kita semakin bijaksana menyikapi ketidakpastian hidup dalam perjumpaan dengan sesama. Belum lagi kita berbicara tentang pertobatan yang sejatinya terus kita lakukan sepanjang hidup kita. Perubahan baik dalam hidup ini selalu dinantikan Tuhan, karena setiap kali kita berbalik kepada-Nya, kita sedang mengarahkan kembali fokus iman kita kepada Tuhan dan karya kasih-Nya. Atau kita sedang mengalami kejatuhan dan membawa luka dalam hidup kita. Barangkali kita juga sedang berproses dalam masa-masa pemulihan yang panjang baik fisik atau non-fisik.

Saudara, marilah kita menggantungkan harapan hanya kepada Allah saja. Mungkin saat ini kita merasa belum melihat tanda-tanda dari pemulihan kehidupan kita, namun tetaplah percaya dan melabuhkan iman kepada Tuhan saja. Hendaknya kita meyakini bahwa karya keselamatan Tuhan selalu teranyam dalam hidup kita dan akan datang melalui beragam cara yang tidak terduga. Renungan kita hari ini: 1) Pemulihan apa yang pernah anda alami dan anda saksikan, sehingga hal-hal itu menyentuh hidup anda dalam menghayati bahwa Allah berkarya dalam pemulihan? 2) Hal-hal apa saja di lingkungan sekitar dan relasi perjumpaan dengan sesama kita yang memerlukan pemulihan, seiring kebangkitan Kristus yang memulihkan seluruh ciptaan? Tuhan Yesus memberi berkat dan kuasa-Nya. Amin.