MENGUBAH PEDANG MENJADI MATA BAJAK

Yesaya 2: 1-5  I  Matius 24: 36-44

Kita pernah mendengar berita tentang kiamat. Misalnya tgl 21 Desember 2012, yang dikaitkan dengan kalender suku Maya. Di tahun 2024 pun ada ramalan dari India bahwa kiamat pada tanggal 29 Juni 2024, dan sebagainya. Berita tersebut sempat menghebohkan masyarakat dan juga tidak sedikit anak Tuhan banyak yang ikut terjebak dalam euforia tersebut dan mempercayainya. Padahal firman Tuhan sudah mengatakan, “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri” (Mat. 24:36). Kedua bacaan diatas merujuk pada masa akhir zaman. Ada kesinambungan antara 2 bacaan tersebut (Yesaya 2:1-5 dan Matius 24:36-44). Dalam bacaan Matius kita diminta untuk berjaga-jaga dan siap sedia, supaya pada saat Tuhan datang, kita sudah siap. Dan dalam bacaan Matius itu juga disampaikan bahwa akan ada yang terangkat dan yang ditinggal (Matius 24:40-41). Kita akan diangkat atau ditinggal, kitalah yang harus menentukan itu dengan menjaga hidup selalu layak dan berkenan kepada-Nya. Lantas apa yang harus kita lakukan? Dalam Yesaya kita sebagai anak-anak Tuhan hanya diminta untuk “berjalan dalam terang Tuhan” (Yesaya 2:5). Mengapa kita harus berjalan dalam terang?

  1. Terang Tuhan menarik semua Bangsa (Yesaya 2: 2-3)

Bangsa-bangsa akan datang kerumah Tuhan. Dalam konteks ini, mereka datang bukan karena paksaan melainkan memang karena Tuhan yang menarik mereka untuk datang. Maka dari itu gereja milik Tuhan Yesus tidak menjadi eksklusif. Kita masih sering berpikir bahwa yang tidak sepaham dengan kita, mereka adalah aliran sesat. Kita lupa bahwa gereja mula-mula terbuka bagi semua orang. Karena Kristus yang menjadi sumber terang maka kita juga memancarkan terang kasih Kristus supaya mereka mau datang dan kita mau menerima mereka untuk datang kepada Tuhan.

  • Terang Tuhan yang mengubahkan (Yesaya 2:4)

Pedang menjadi mata bajak adalah simbol dari transformasi sosial yang dimana pedang yang digunakan untuk menghancurkan, kini berubah menjadi bajak yang membangun kehidupan. Disini kita diminta untuk membawa damai kepada masyarakat. Kita juga berjuang untuk menegakkan kasih di masyarakat, mengobati yang terluka, dan siap menjadi berkat untuk sesama kita. Mari kita benahi hidup kita. Bagi yang masih bergelut dalam, dosa baiklah kita segera bertobat dan berjalan dalam terang Tuhan. Jika kita sudah berjalan dalam terang maka kita dengan sendirinya akan bersiaga, karena kita akan dapat melihat tanda-tanda zaman. Dan kita siap setiap saat Tuhan Yesus datang kedua kalinya menjemput kita semua dan kita semua dibawa Tuhan kedalam kemulianNya. Jangan sampai kita ditinggal. Tuhan Yesus memberkati.