Currently browsing

Page 2

Bacaan :   Yohanes 14 : 15-21

 

Sebagai orang percaya kita pasti akan tersinggung dan marah jika ada yang mengatakan, “Kamu tidak mengasihi Tuhan!!!”. Dengan berbagai alasan kita akan menegaskan bahwa kita ini sangat mengasihi Tuhan, ditambah menyertakan  ‘bukti-bukti’  untuk menunjukkan bahwa kita benar-benar mengasihi Tuhan:  “Aku kan sudah melayani Tuhan sebagai guru sekolah Minggu, Lektor, Singer, pengurus Komisi/Kelompok, Tim Paduan suara di Gereja, aktif di persekutuan-persekutuan doa, donatur gereja.….dan sebagainya.

Bukankah ini sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa kita mengasihi Tuhan?

Tidak sedikit orang Kristen terlibat dalam pelayanan bukan karena ia mengasihi Tuhan, tapi karena ada motivasi lain di balik itu:  ingin mencari nama (popularitas) diri sendiri, uang, rutinitas atau juga karena terpaksa.  Ada tertulis:  “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh daripada-Ku.” (Matius 15:8).

Mengasihi Tuhan tidaklah cukup hanya sekedar diucapkan atau sebatas melalui kegiatan kerohanian yang kita lakukan. Kita harus membuktikan kasih kita kepada Tuhan melalui perbuatan dan tindakan nyata. Firman-Nya menegaskan,  “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” (Yohanes 14:15).

Ada beberapa hal yang menunjukkan bahwa seseorang mengasihi TUHAN:

 

  1. Ia bersukacita melakukan firman

Kita mentaati firman Tuhan bukan karena terpaksa atau dengan sedih hati, tapi penuh sukacita.

  1. Ia memiliki hubungan yang karib dengan

Jika kita mengasihi seseorang, kita akan menyediakan waktu terbaik untuk dia walau hanya sekedar untuk berbincang-bincang atau jalan-jalan.

Tertulis dalam Yohanes 14:23 Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.”

  1. Ia tetap kuat di tengah

Seberat apa pun masalah yang dialami, sikap hatinya tetap positif karena dia tahu persis bahwa  “…Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia,…”  (Roma 8:28).

  1. Ia memiliki kehidupan dalam

Dikatakan dalam 1 Yohanes 4:21 bahwa: “Barang siapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.”

 

Kasih yang berkenan kepada Tuhan bukan sekedar diucapkan di mulut saja, tetapi dibuktikan melalui sikap hidup kita yaitu ketaatan dengan perintah TUHAN. Amin.

Kebaikanku Adalah Ungkapan Kasihku Kepada Allah

Bacaan :   Yohanes 14 : 15-21   Sebagai orang percaya kita pasti akan tersinggung dan marah jika ada yang mengatakan, “Kamu tidak mengasihi Tuhan!!!”. Dengan berbagai alasan kita akan menegaskan bahwa kita ini sangat mengasihi Tuhan, ditambah menyertakan  ‘bukti-bukti’  untuk menunjukkan bahwa kita benar-benar mengasihi Tuhan:  “Aku kan sudah melayani …

Bacaan:   Kisah Para Rasul 7 : 54-60

 

Stefanus adalah martir pertama pengikut Kristus yang meregang nyawa dengan cara yang sadis yaitu dengan hukuman rajam. Itu semua dikarenakan  kesaksian Stefanus tentang Yesus yang kemudian membangkitkan amarah anggota-anggota Majelis Agama. Mereka tidak dapat menerima perkataan-perkataan Stefanus sebagai suatu teguran, namun sebagai perkataan yang menusuk hati yang kemudian membangkitkan amarah besar Mahkamah Agama.

Karena imannya yang kuat kepada Yesus Kristus dan keberaniannya untuk bersaksi itu maka Stefanus dihukum rajam.

Melalui kisah tersebut dapat dilihat bagaimana keberanian dan ketangguhan iman Stefanus. Imannya tidak tergoyahkan meskipun penderitaan dan kematian mengancam dirinya. Keberanian dan ketangguhan Stefanus menjadi saksi atas kesungguhan imannya kepada Yesus.

Yang menarik lagi adalah ketika Stefanus dirajam batu beramai-ramai, ia pasrah kepada Allah dan tidak membenci, apalagi menyumpahi mereka. Yang ia lakukan adalah memohonkan pengampunan kepada mereka yang melempari (ayat 60).

Rasul Yakobus menyatakan: “Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati” (Yakobus 2:17). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa perbuatan harus menjadi saksi bagi iman. Oleh karena itu antara iman dan bersaksi menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Selanjutnya melalui kisah tersebut kita dapat belajar bahwa :

  1. Beriman berarti berbuat dan bertindak sebagai saksi.
  2. Beriman berarti menanggung akibat/resiko dari kesaksian/tindakan imannya.
  3. Beriman berarti yakin dan pasrah dengan sepenuh hidup kepada Allah.
  4. Beriman tidak memusuhi/membenci, meskipun orang lain menjadikan dirinya menderita/celaka.

Selamat beriman dan bersaksi, Tuhan memberkati.

Beriman & Berani Bersaksi

Bacaan:   Kisah Para Rasul 7 : 54-60   Stefanus adalah martir pertama pengikut Kristus yang meregang nyawa dengan cara yang sadis …

Bacaan :   Yohanes 10:1-18

 

Semasa hidupNya Tuhan Yesus dalam pengajaranNya seringkali memakai perumpamaan seperti dalam Yohanes 10 : 1-8 yang dalam bacaan ini diberi judul Gembala Yang Baik.

Perumpamaan di atas ditujukan kepada orang-orang Yahudi yang didalamnya ada orang-orang Farisi dan ahli taurat, yang adalah para pemimpin dan guru di kalangan umat Allah.

Dalam hal ini posisi orang Farisi / ahli Taurat oleh Yesus diibaratkan sebagai seorang gembala. Yesus menyindir mereka seperti gembala upahan, yang tidak bertanggung jawab.

Di sisi lain Yesus memberi gambaran tentang seorang gembala yang baik dan bertanggung jawab, dan itu adalah diriNya (Yesus) sendiri (ayat 11).

Oleh Yesus gembala yang baik, yang bertanggung jawab itu ditunjukkan dalam hal adanya kedekatan/pengenalan antara gembala dan domba (ayat 4-5), serta adanya kesediaan untuk menyelamatkan, bahkan rela berkorban bagi domba-dombanya (ayat 11-15).

Gembala yang baik dan bertanggung jawab serta memiliki kedekatan dengan domba-dombanya inilah yang menjadikan domba-domba merasa nyaman dan tidak takut.

Dari bacaan tersebut ingin tunjukkan bahwa Yesus lah gembala yang baik, yang sanggup memberi ketentraman dan keselamatan bagi domba-domba. Barangsiapa mengharapkan keselamatan dan ketentraman, Yesuslah jalan masuk memperoleh keselamatan dan ketentraman. Itulah sebabnya Yesus mengatakan : “Akulah pintu” (ayat 9).

Melalui tema dan bacaan tersebut kita tahu bahwa setiap orang yang berharap keselamatan dan ketentraman hanya ada dalam Yesus.

Yesus adalah gembala yang baik yang menyelamatkan dan member ketentraman hidup. Didalam Yesus  perasaan dan di jiwa setiap orang percaya dipelihara.

Percaya dan berharaplah kepada Yesus Sang Gembala Sejati. Amin.

Tuhan Adalah Gembala & Pemelihara Jiwa

Bacaan :   Yohanes 10:1-18   Semasa hidupNya Tuhan Yesus dalam pengajaranNya seringkali memakai perumpamaan seperti dalam Yohanes 10 : 1-8 yang …

dibangkitkan bersmaa kristus

Dibangkitkan Bersama Kristus

Bacaan : Kolose 3 : 1 – 4   Semua orang percaya adalah orang yang telah mengalami kebangkitan bersama Yesus. Kebangkitan dicontohkan …

wajah ganda

Menyambutnya Dengan Wajah Ganda?

Bacaan : Matius 21 : 1-11   Ketika Tuhan Yesus memasuki Yerusalem dengan menunggang keledai, Yerusalem menjadi gempar : Ada yang menghamparkan …

[CooL GuY] {{a2zRG}}

Dihidupkan Oleh KasihNya

Bacaan : Roma 8:6-11   Dari kata dihidupkan oleh kasih Tuhan, berarti ada subyek yang telah mati, sehingga perlu dihidupkan kembali. Subyek …

Bacaan : Yohanes 4 : 23-24

 

Manusia diciptakan oleh Allah sebagai mahluk jasmani dan sekaligus mahluk rohani, karena manusia terdiri dari tubuh dan roh.

Dalam tubuh manusia diperlengkapi akal dan pikiran, sehingga manusia mampu mengenal dan sekaligus memahami kehendak penciptanya.

Kemampuan mengenal kehendak Sang Pencipta ini membantu manusia memelihara hidup dan kesalamatan anugerah Sang Pencipta.

Supaya dirinya tetap hidup dalam anugerah keselamatan dari Allah ini maka manusia harus taat berbakti kepada Allah. Itulah sebabnya manusia harus beribadah kepada Allah.

Peribadatan yang dikehendaki Allah yaitu manusia menyembah harus dengan sungguh-sungguh tidak ada kepura-puraan atau kemunafikan dalam kebenaran. Dasar kebenaran adalah firman Allah yang sejati.

Lalu bagaimana yang dimaksud dengan menyembah dalam Roh dan kebenaran?

 

Ada 3 hal yang perlu diperhatikan.

  1. Dalam berbakti yang benar perhatian yang harus kita tuju adalah Allah, sebab Allah saja yang patut kita sembah.
  2. Dalam berbakti, bukan saja kita membawa tubuh kita untuk hadir, tetapi kesungguhan kita untuk berbakti.
  3. Dalam berbakti yang benar sesuai dengan keinginan dan firman Allah.

 

Oleh karena itu Allah telah menyatakan bahwa Roh kebenaran akan memimpin kita dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Menyembah Dalam Roh & Kebenaran

Bacaan : Yohanes 4 : 23-24   Manusia diciptakan oleh Allah sebagai mahluk jasmani dan sekaligus mahluk rohani, karena manusia terdiri dari …

jesus.saves_-560x343

Allah Mengasihi Dunia

Mazmur 121 Referensi: Roma 4:1-5 & 13-17 ; Kejadian 12:1-4a ; Yohanes 3:1-17   Dengan bacaan di atas dengan perikop Tuhan Penjaga …

Picture 006

Jika Engkau Anak Allah

Bacaan : Matius 4 : 1-11   Sebuah ungkapan mengatakan “semakin tinggi pohon, semakin besar goncangan angin menerpanya, semakin tinggi kedudukan dan …

menuju terang

Keluar Dari Gelap Menuju Terang

Bacaan: Yesaya 52 : 7-10;  Mazmur  98;  Ibrani 1 : 1-12;  Yohanes 1 : 1-14   Natal telah tiba….. Istilah Natal bukan …