ROH KUDUS SELALU MENYATUKAN

Kejadian 11:1-9  |  Kisah Para Rasul 2:1-21

Kisah tentang Menara Babel Dalam Kejadian 11:1-9 yakni ketika manusia ingin tetap bersatu sebagai sebuah bangsa yang besar di satu tempat saja dengan berusaha membangun menara yang tinggi untuk mencapai langit. Hal ini juga bertentangan dengan perintah Allah untuk bertambah dan memenuhi bumi (Kejadian 1:28). Tuhan melihat mereka bersatu dalam keangkuhan dan kesombongan, sehingga Tuhan mengacaukan bahasa mereka yang memisahkan mereka.

Kisah Menara Babel berbeda dengan Kisah Para Rasul 2:1-21 yang menceritakan tentang peristiwa Pentakosta. Roh Kudus turun ke atas murid-murid Tuhan Yesus dan memberi mereka kemampuan untuk berbicara dalam berbagai bahasa. Kepada mereka diberitakan perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah (Kisah Para Rasul 2:11). Meskipun mereka berasal dari latar belakang budaya, geografis, bahasa yang berbeda, namun Roh Kudus menyatukan mereka dalam kasih dan persatuan.

Peristiwa Pentakosta dan Menara Babel berbicara tentang upaya kesatuan yang berbeda tujuan. Manusia Babel menyatukan diri dalam upaya untuk menentang kehendak dan tujuan Allah. Sebaliknya peristiwa Pentakosta menyatukan umat untuk hidup mengikuti kehendak Allah yang didasakan pada relasi dan persekutuan umat dengan Allah Trinitas. Untuk itulah peristiwa Pentakosta mengingatkan dan meneguhkan kita bahwa Roh Kudus selalu menyatukan umat pada persekutuan yang intim dengan Allah Trinitas dalam tujuan dan kehendak-Nya. Hari ini kita merayakan Pentakosta. Ingatlah bahwa Roh Kudus telah menyatukan kita yang berbeda latar belakang budaya, bahasa, geografis, gereja, dan sebagainya untuk menjadi satu dalam Tubuh Kristus. Karena kita telah disatukan oleh Allah, maka kita pun hendaknya mengerjakan apa yang menjadi kehendak Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kita dapat melakukan hal tersebut jika kita hidup mau dipenuhi dan dipimpin oleh Roh Kudus. Amin.