Aku Hidup Dalam Kebenaran Karena KasihNya

Bacaan: Kisah Para Rasul 17 : 22 – 31 | 1 Petrus 3 : 13 – 22 | Yohanes 14 : 15 – 21

 

Ada pepatah mengatakan “tak kenal maka tak sayang“ yang maksudnya adalah suatu sikap baik dengan menunjukkan rasa sayang dan cinta didahului dengan upaya untuk dapat mengenal seseorang yang akan disayang atau dicintai. Kata mengenal merupakan upaya yang dilakukan untuk mengetahui sifat atau karakter baik dari ucapan dan perilaku seseorang yang ingin dikenal tersebut. Dari upaya mengenal tersebut timbulah rasa kecocokan yang dapat menjadikan alasan seseorang menaruh rasa sayang dan tentunya juga menumbuhkan rasa percaya. Selanjutnya terjadilah sebuah hubungan harmonis antara keduanya.

Tema renungan Warta Gereja minggu ini membawa jemaat Tuhan untuk merenungkan dan memaknai kasih Tuhan yang membawa pengaruh besar pada kehidupan dalam kebenaran. Pepatah di atas memberikan ilustrasi bagaimana hubungan manusia dengan Tuhan, bahwa sebagai jemaat yang beriman pada Tuhan hendaklah mengenal dengan baik karakter Tuhan yang kita kasihi. Tuhan yang telah menjadikan langit dan bumi, Tuhan yang berkuasa di atas langit dan bumi, Tuhan yang tidak tinggal di dalam kuil–kuil buatan manusia (Kis. 17:24), Tuhan yang memberikan nafas kehidupan bagi manusia (Kis. 17:25), dan Tuhan yang telah menjadikan semua umat manusia dan bangsa yang mendiami seluruh muka bumi (Kis. 17:26). Dengan mengenal betapa besar kuasa Tuhan atas segala sesuatu baik yang hidup dan segala yang ada di muka bumi ini, maka kita jadi mengerti bahwa Tuhan mengasihi manusia sebagai umat ciptaan-Nya yang menjadi anak-anak Allah (lih. Kis. 17:28). Dari kasih Tuhan sepatutnya kita juga mengasihi Tuhan dan melakukan perintah Tuhan (Yoh. 14:21) yang akan menjadi hakim dan akan menyelamatkan orang–orang dari dosa. Penyelamatan tersebut telah dibuktikan dengan kebangkitan Tuhan Yesus dari antara orang mati.

Sepatutnya kita selalu memuji Tuhan di dalam hidup kita. Tuhan adalah tujuan kita untuk memohon di dalam doa. Tuhan telah memelihara dan melepaskan dari segala kesusahan dan kesulitan. Sepatutnya kita selalu mengasihi, menyembah, dan mengikuti perintah Tuhan. Sepatutnya kita memelihara kasih yang telah dilimpahkan Tuhan kepada kita. Kita tidak perlu takut lagi karena Tuhan selalu menjaga kita, sekalipun di dalam kesulitan kita akan merasa bahagia menjalani kehidupan sesulit apapun ketika hati kita bersama Tuhan. Lebih baik menderita karena kebaikan karena hal itu dikehendaki Tuhan dari pada menderita karena berbuat jahat ( 1 Ptr 3:17 ). Ketika kita percaya pada Tuhan Yesus melalui tanda baptis sebagai orang Kristen maka berarti kita telah diselamatkan dari belenggu dosa dan Roh Kudus tinggal di hati kita untuk memimpin kita pada kebenaran. Roh Kudus akan menjadi penolong selama–lamanya didalam kehidupan kita. Kita melakukan kebenaran karena kasih Tuhan yang begitu besar kepada kita. Amin.

%d blogger menyukai ini: