Pikiran Tuhan Tak Terselami

Bacaan: Kejadian 45 : 1-15

  

Apa yang ada dipikiran bapak/ibu/saudara dengan tema di atas? Setujukah? Kita yakin banyak yang setuju dengan judul di atas. Memang, Tuhan kita adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Tuhan yang menciptakan dunia ini. Siapakah kita? Kita ini ibarat setitik debu dihadapan Tuhan. Kalau kita hanya setitik debu manakah mungkin kita bisa mengerti jalan pikiran Tuhan yang menciptakan kita. Jelas itu tidak mungkin.

Kejadian 45 menceritakan kisah tentang Yusuf dan saudara-saudaranya, dimana di pasal-pasal sebelumnya dikatakan Yusuf dijual oleh sauadara-saudaranya kepada kilafah Ismael yang pergi ke Mesir, tentunya ini menjadi pengalaman yang menyesakkan. Tapi di perikop ini dikatakan bahwa Yusuf tetap memaafkan dan mengasihi saudara-saudaranya bahkan mau menolong saudara-saudaranya dari ancaman kelaparan selama 5 tahun yang akan datang. Semua pengalaman Yusuf ini diyakini sebagai bagian dari rencana dan rancangan Tuhan. Ide itu datangnya dari pikiran Tuhan. Pikiran Tuhan memang tak terselami, bahkan setelah segala sesuatunya terjadi.

Di saat pandemi Covid-19 yang masih melanda negara kita, akankah kita juga akan menyerah, atau kita tetap berjuang untuk menghadapi pandemi ini dengan tetap mengandalkan Tuhan? Dengan pikiran Tuhan yang tak terselami, mengapa Tuhan ijinkan pandemi covid-19 ini ada di dunia ini? Kita belum dan mungkin tidak akan bisa mengetahui bahkan memahami pikiran Tuhan. Meski demikian, kita percaya Tuhan punya rencana bagi kita dalam setiap karyaNya.

Banyak yang berpikir bahwa jalan Tuhan itu tidak masuk akal. Namun sebetulnya, pikiran Tuhan itu “melampaui segala akal”. Karena itu supaya kita bisa mengerti jalan-jalan Tuhan, kita harus dapat menyelaraskan pikiran kita dengan pikiran Tuhan dengan cara merenungkan Firman Tuhan. Tidak hanya sekedar membaca, tetapi merenungkan, dan minta agar Roh Kudus memberi pencerahan kepada kita. Dengan begitu, kita akan dibawa Tuhan masuk ke kedalaman pikiranNya dan memahamiNya. Meski tidak semua jalan Tuhan dapat kita selami dan pahami, tetaplah percaya, dan beri ruang misteri bagi karya Tuhan yang terus bekerja dalam hidup kita.

Jika pikiran kita dan pikiran Tuhan sudah selaras, maka kita akan melihat dan mengalami segala sesuatu yang tidak masuk akal bagi dunia. Kalaupun pikiran kita dengan Tuhan belum selaras, lakukan saja apa yang Tuhan katakan dan terus renungkan Firman Tuhan dan masuk lebih dalam, maka kita akan melihat kemuliaanNya dinyatakan di dalam kehidupan kita. Tuhan memberkati kita semua. Amin

%d bloggers like this: