Kesaksian Yang Dipercaya

Bacaan: Keluaran 17:1-7;  Yohanes 4:5-42

 

Pada hakikatnya setiap orang Kristen adalah utusan Kristus di dunia ini. Kita adalah saksi-saksiNya, oleh karena itu kita harus berkata dan bertindak sedemikan rupa sehingga orang lain yang mendengar kabar baik yang kita sampaikan akan memuliakan namaNya karena mereka melihat iman yang nyata dalam perbuatan kita. Tindakan iman merupakan kesungguhan hati untuk percaya dan mengikuti Firman Tuhan sehingga SabdaNyalah yang kita nyatakan mulai dari pikiran dalam perkataan dan perbuatan.

Bangsa Israel diyakini sebagai bangsa yang beriman kepada Tuhan Allah. Namun iman itu tidak senantiasa mudah dijaga. Peristiwa di Masa dan Meriba adalah suatu gambaran tentang bangsa Israel yang tidak mempercayai bahwa Tuhan selalu menyertai, sehingga mereka bertengkar dengan Musa. Tongkat Musa dipakai Tuhan untuk menyatakan pernyertaan Tuhan, sehingga bangsa Israel dapat minum. Melalui peristiwa itu bangsa Israel diyakinkan kembali bahwa Tuhan ada di tengah-tengah mereka. Tanpa iman yang teguh seperti Bangsa Israel, kesaksian jadi tidak mudah. Maka iman yang teguh mengawali hidup kita yang senantiasa bersaksi.

Kita harus berani menyatakan kesaksian dengan iman yang teguh didalam kehidupan sehari-hari di lingkungan yang dekat maupun di tengah-tengah masyarakat luas. Janganlah hidup kita menjadi batu sandungan bagi orang lain, tetapi justru kita bisa menjadi berkat bagi sesama kita, sehingga mereka mengenal Kasih Tuhan melalui hidup kita. Tidak ada kesaksian tanpa perjumpaan di lingkungan maupun di masyarakat tempat kita berada. Perjumpaan yang menjadi berkat adalah sebuah perubahan, ketika orang lain merasakan sesuatu yang berbeda setelah menyaksikan dan berjumpa dengan kita para saksi Kristus. Hendaknya kesaksian kita membuat orang tidak berpengharapan menjadi berpengharapan di dalam Tuhan, yang letih-lesu kembali bersemangat, yang kekurangan dapat terpenuhi kebutuhannya, yang mengalami kesendirian memiliki teman dan kawan, dan bahkan dari belum mengenal Kristus menjadi percaya kepada Kristus. Masih banyak lagi perubahan yang dapat terjadi ketika kita bersaksi dan berjumpa dengan banyak orang.

Kita yakini dengan iman yang teguh, bahwa hidup kita yang bersaksi disertai oleh Roh Kudus. Marilah kita memohon kepada Tuhan : “Ya Tuhan, tolong kami menjadi saksi-saksiMU lewat perkataan maupun perbuatan kami yang nyata, jadikan kami pemberita kabar baik Tuhan. Amin.”

%d bloggers like this: