Menjadi Pengikut-Nya

Bacaan : Lukas 9:51- 62

Injil minggu ini mengisahkan adanya penolakan orang Samaria terhadap kedatangan Yesus sebagai seorang Yahudi yang akan melanjutkan perjalanan ke Yerusalem. Alasan itu barangkali ada alasan sosial, politik, ekonomi, dan kekuatiran lain. Secara sosial-politik orang Yahudi memang tidak bergaul dengan orang Samaria, demikian pula sebaliknya. Apa jadinya kalau orang Samaria menerima orang Yahudi? Bisa jadi ia akan di sebut pemberontak. Secara ekonomi, tindakan menerima tamu berarti harus mengeluarkan uang untuk menjamu si tamu itu. Alasan lainnya barangkali adalah kekuatiran menerima tamu yang belum dikenal secara pribadi atau mendalam, yang berpotensi mendatangkan risiko. Yang jelas, penolakkan tersebut memanaskan hati para murid. Mereka marah dan meminta Yesus untuk membalas sikap mereka. Namun Yesus menolak sikap membalas dendam.
Pada kisah selanjutnya Yesus menunjukkan risiko-risiko mengikut Dia. Banyak orang mau mengikut Yesus, bahkan ke Yerusalem sebelum mereka mengetahui apa yang akan terjadi di dalamnya. Kepada orang yang menyatakan “Aku akan mengikut Engkau, kemana saja Engkau pergi!” (ayat57c), Yesus justru berbicara tentang ketiadaan tempat bagi Anak Manusia dan murid-muridNya. Karena banyak sahabat menyediakan kebutuhan jasmani bagi Yesus, maka perkataan itu secara tidak langsung menunjukkan penolakkan orang-orang. Yesus hendak menyatakan bahwa setiap orang yang mau mengikut-Nya, janganlah menunda-nunda. Selain itu dinyatakan bahwa setiap orang yang mengikut Yesus janganlah mundur. Hal ini diibaratkan seorang pembajak janganlah menoleh ke belakang. Semua itu menunjukkan perlunya penyerahan diri sepenuhnya kepada Yesus. Yesus memberikan teladan untuk tidak gentar mengikut BapaNya, Dia berserah penuh untuk mengikut sampai akhir. Bagi Yesus, pergi ke Yerusalem berarti konsisten melaksanakan kehendak Bapa bagi keselamatan manusia, dengan sedia menanggung sengsara dan mati.
Kisah diatas mengajak kita merenung, apa reaksi kita ketika kita tahu kita ditolak, kita tetap mencoba atau kita menghindar? kebanyakan kita menghindar, mundur agar lebih aman dan tidak sakit hati.Seorang Kristen pasti akan memilih keputusan yang tepat karena kita beriman kepada Yesus.Saat ini kita terpanggil untuk menjadi saksi-saksi Kristus untuk mewartakan Injil. Jika keadaan sulit maukah kita tetap mewartakan Injil? Maukah kita tetap mengikut Yesus?
Berserah penuh berarti siap sedia dengan risiko-risiko yang akan ditanggung sebagai pengikut Kristus.
Selamat mencoba dan berusaha untuk tetap setia mengikut Tuhan Yesus. Amin

%d bloggers like this: