Sadar Diri

Matius 21 : 33-46

 Peribahasa mengatakan “kuman di seberang lautan tampak, tetapi gajah di pelupuk mata tiada tampak” yang artinya kesalahan kecil orang lain kelihatan/dipersoalkan, tetapi kesalahan sendiri yang lebih besar tidak disadari/tidak dilihat.

Bacaan kita menceritakan bahwa: Hal kerajaan Allah, seumpama tuan tanah yang membuka kebun anggurnya dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lubang tempat memeras anggur dan mendirikan menara juga didalam kebun anggur itu, dan menyewakan kebun anggur itu kepada penggarap-penggarap.

Ketika musim tuai akan tiba, ia menyuruh hamba-hambanya untuk menerima hasilnya, tetapi hamba-hamba itu ditangkap, dilempari batu dan dibunuhnya (ayat 36). Demikian pula ketika tuan itu mengutus anaknya sebagai ahli waris juga ditangkap, dilemparkannya keluar dan dibunuhnya.

Kisah ini merupakan bagian dari perjalanan Yesus saat memberitakan Injil kerajaan sorga dalam perjumpaan dan percakapannya dengan orang-orang Yahudi (orang Farisi & ahli-ahli Taurat).

Melalui perumpamaan itu Yesus hendak membangun kesadaran orang-orang Yahudi (khususnya orang Farisi dan ahli-ahli Taurat) yang selalu merasa dirinya lebih baik dan benar. Mereka merasa bahwa dirinyalah yang berhak atas kerajaan sorga. Dengan perumpamaan tersebut diharapkan orang-orang Yahudi menyadari akan keberadaannya yang salah dan akhirnya mau menyadari dan bertobat.

Orang-orang Kristen saat ini (termasuk kita) seringkali merasa dirinya paling baik, paling benar dan paling yakin akan mewarisi kerajaan sorga. Karenanya sering meremehkan dan kurang menghargai orang lain

Melalui perumpamaan tersebut juga mengajak kita semua untuk menyadari tentang diri kita yang penuh kesalahan dan tidak selalu benar, sehingga kita tidak menjadi sombong serta mau menghargai orang lain.

Dengan kesadaran dan kesediaan berubah menjadi pribadi rendah hati/tidak sombong, menghargai orang lain, menjadi bagian dalam upaya menghidupi kasih.

Minggu ini adalah minggu kedua bulan keluarga, baik kita sebagai anggota keluarga (sebagai ayah, ibu atau anak) anggota gereja, dan juga sebagai anggota masyarakat, marilah memohon tuntunan Roh Kudus untuk dapat menyadari diri kita (yang tidak lepas dari kesalahan dan kesombongan) supaya mampu berubah dalam upaya menghidupi kasih.

Tuhan Yesus memberkati. Amin

%d bloggers like this: